CERAMAH HALAL BI HALAL SMU MUHAMMADIYAH I PONOROGO
GURU SEBAGAI USWAH HASANAH
22 November 2004
Di Komplek Perguruan Muhammadiyah Ponorogo
Oleh DR Drs. Moh. Ma’shum Yusuf (Pimpinan Pondok Modern Arrisalah)
Guru
adalah uswah hasanah,
Rasulullah e adalah orang yang pertama
kali menyampaikan Islam kepada ummat manusia, sedangkan segenap guru sekarang
ini adalah sebagai penerus perjuangan
beliau. Tugas guru sekarang tak
jauh berbeda dengan tugas Rasulullah e, karena keduanya sama-sama
mendidik manusia dan menyampaikan misi Ilahi. Demikian juga permasalahan yang harus
dihadapi.
يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ ج مَا يَأْتِيْهِمْ مِنْ رَّسُوْلٍ إِلاَّ
كَانُوْا بِهِ يَسْتَهْزِئُوْنَ {يس: 30}
Rasulullah
e adalah manusia pilihan dan
dipersenjatai dengan mu’jizat, karena harus berhadapan dengan berbagai
tantangan hidup, musuh, dan menanamkan ajaran Islam. Demikianlah seorang guru
adalah orang yang juga terseleksi segala-galanya, sesuai dengan bidang
dan keilmuannya.
اللهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلاَئِكَةِ رُسُلاً وَ مِنَ النَّاسِ ج إِنَّ اللهَ سَمِيْعٌ بَصِيْرٌ{الحج: 75}
Adapun
beberapa mu’jizat ‘ilimiyah yang dimiliki Rasulullah e yang seharusnya juga untuk dimiliki seorang guru untuk mendidik
santri/siswanya agar bertaqwa, taat, patuh, cerdas, dan terampil, sedikitnya bisa
mengikuti beberapa petunjuk agama sebagai berikut:
- Hidayah هداية
Memiliki
keyakinan yang benar, bahwa guru adalah
manusia biasa, tak akan mampu membuat orang lain baik tanpa petunjuk Allah I
dan mengikuti sunnah-Nya, kaena hati, otak, dan manusia seutuhnya adalah milik
Allah I
sepenuhnya.
إِنَّكَ لاَ تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَ لكِنَّ اللهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ج وَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ{القصص: 56}
- Uswah أسوة
Menjadikan dirinya sebagai
contoh, teladan (Uswah Hasanah) dalam segala hal, umpamanya meniru
sifat Rasulullah e:Siddiq, Amanah, Tabligh,
Fathonah, dan
akhlaq karimah beliau. Jadi bukan hanya
pemberi materi, tetapi pelaksana lebih dahulu.
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فيِ رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَ الْيَوْمَ الآخِرِ وَ ذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا{الأحزاب: 21}
- Rahmah رحمة
Berlaku kasih sayang terhadap
anak didiknya dengan jiwa keikhlasannya yang tinggi dan pengabdiannya yang
maksimal.
لَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظًا الْقَلْبِ لاَنْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ {آل عمران: 159}
مَنْ لاَ يَرْحَمْ لاَ يُرْحَمُ {الحديث}
- Abawwah أبوة
Bersikap dewasa yang
menjadikan dirinya sebagai ayah atau ibu yang dekat, melindungi dan
mengusahakan sukses, seperti anaknya sendiri.
وَ قَالُوْا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَ كُبَرَاءَنَا وَ أَضَلُّوْنَا السَّبِيْلاْ{الأحزاب:67}
كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ {الحديث}
- Nashihah نصيحة
Tidak bosan memberi nasehat,
kerana agama didasarkan atas nasehat, baik berupa tabshir atau tandzir
وَ مَا أَرْسَلْناَكَ إِلاَّ كَافَةً لِلنَّاسِ بَشِْيًرا وَ نَذِيْرًا {سبأ: 28 }
الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ {الحديث}
- Qiyadah قيادة
Mendorong anak
didik berjiwa pemimpin, berjiwa mandiri, dan berjiwa besar dan tidak
berjiwa robot.
إِنِّي جَاعِلٌ فيِ الأَرْضِ خَلِيْفَة {البقرة:30}
اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللهُ وَ الرَّسُوْلُ وَ الْمُؤْمِنُوْنَ {التوبة :106}
- Maharah مهارة
Melatih anak
didik dengan berbagai keilmuan, keahlian atau ketrampilan sebagai bekal
kehidupan yang nyata, umpamanya: membaca, mendengarkan, berpikir, meneliti,
berenang, memanah, berkendaraan dan lain-lain.
اقْرَأْ بِسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ{العلق: 1}
لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فيِ أَصْحَابِ السَّعِيْرِ {الملك : 10}
وَ فيِ الأَرْضِ آيات لِلْمُوْقِنِيْنَ وَ فيِ أَنْفُسِكُمْ أَفَلاَ تُبْصِرُوْنَ {الذريات : 20-21}
عَلِّمُوا أَوْلاَدَكُمْ السِّبَاحَةَ وَ الرِّمَايَةَ وَ رُكُوْبَ الْخَيْلِ {الحديث}
Walaupun seorang guru tidak bisa menguasai
seluruhnya, guru harus tetap bersikap positif, dengan memberikan
wawasan yang luas, mendorong dan memberanikan, serta selalu menasehati
untuk maju, karena masa depan
yang dihadapi anak didik bisa jadi lebih sulit dan berbeda, bahkan yang
lebih penting selalu memohonkan kepada Allah I
supaya tercapai cita-citanya. Semoga
Allah I membukakan
hati, jiwa dan pikiran anak-anak kita, amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar