Sabtu, 01 Desember 2012

Ceramah Halal bi halal


CERAMAH HALAL BI HALAL SMU MUHAMMADIYAH I PONOROGO

GURU SEBAGAI USWAH HASANAH

22 November 2004

Di Komplek Perguruan Muhammadiyah Ponorogo

Oleh DR Drs. Moh. Ma’shum Yusuf (Pimpinan Pondok Modern Arrisalah)


                Guru adalah uswah hasanah,  Rasulullah e adalah orang yang pertama kali menyampaikan Islam kepada ummat manusia, sedangkan segenap guru sekarang ini  adalah sebagai penerus perjuangan beliau.  Tugas guru sekarang tak jauh berbeda dengan tugas Rasulullah e, karena keduanya sama-sama mendidik manusia dan menyampaikan misi Ilahi.   Demikian juga permasalahan yang harus dihadapi.
يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ ج  مَا يَأْتِيْهِمْ مِنْ رَّسُوْلٍ إِلاَّ كَانُوْا بِهِ  يَسْتَهْزِئُوْنَ {يس: 30}
                Rasulullah e adalah manusia pilihan dan dipersenjatai dengan mu’jizat, karena harus berhadapan dengan berbagai tantangan hidup, musuh, dan menanamkan ajaran Islam. Demikianlah seorang guru adalah orang yang juga terseleksi segala-galanya, sesuai dengan bidang dan keilmuannya.

اللهُ يَصْطَفِي  مِنَ الْمَلاَئِكَةِ رُسُلاً وَ مِنَ النَّاسِ ج  إِنَّ اللهَ سَمِيْعٌ بَصِيْرٌ{الحج: 75}

                Adapun beberapa mu’jizat ‘ilimiyah yang dimiliki Rasulullah e yang seharusnya juga  untuk dimiliki seorang guru untuk mendidik santri/siswanya agar bertaqwa, taat, patuh, cerdas, dan terampil, sedikitnya bisa mengikuti beberapa petunjuk agama sebagai berikut:
  1. Hidayah هداية  
            Memiliki keyakinan yang benar, bahwa guru adalah manusia biasa, tak akan mampu membuat orang lain baik tanpa petunjuk Allah I dan mengikuti sunnah-Nya, kaena hati, otak, dan manusia seutuhnya adalah milik Allah I sepenuhnya.

إِنَّكَ لاَ تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَ لكِنَّ اللهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ج  وَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ{القصص: 56}

  1. Uswah أسوة
                Menjadikan dirinya sebagai contoh, teladan (Uswah Hasanah) dalam segala hal, umpamanya meniru sifat Rasulullah e:Siddiq, Amanah, Tabligh, Fathonah, dan akhlaq karimah beliau.  Jadi bukan hanya pemberi materi, tetapi pelaksana lebih dahulu.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فيِ رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللهَ وَ الْيَوْمَ الآخِرِ وَ ذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا{الأحزاب: 21}

  1. Rahmah رحمة
                Berlaku kasih sayang terhadap anak didiknya dengan jiwa keikhlasannya yang tinggi dan pengabdiannya yang maksimal.

لَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظًا الْقَلْبِ  لاَنْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ {آل عمران: 159}

مَنْ لاَ يَرْحَمْ لاَ يُرْحَمُ {الحديث}
  1. Abawwah أبوة
                Bersikap dewasa yang menjadikan dirinya sebagai ayah atau ibu yang dekat, melindungi dan mengusahakan sukses, seperti anaknya sendiri.

وَ قَالُوْا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَ كُبَرَاءَنَا وَ أَضَلُّوْنَا السَّبِيْلاْ{الأحزاب:67}

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ  يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ {الحديث}

  1. Nashihah نصيحة
                Tidak bosan memberi nasehat, kerana agama didasarkan atas nasehat, baik berupa tabshir atau tandzir

وَ مَا أَرْسَلْناَكَ إِلاَّ كَافَةً لِلنَّاسِ بَشِْيًرا وَ نَذِيْرًا {سبأ: 28 }

الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ {الحديث}

  1. Qiyadah قيادة
                Mendorong anak didik berjiwa pemimpin, berjiwa mandiri, dan berjiwa besar dan tidak berjiwa robot.

إِنِّي جَاعِلٌ فيِ الأَرْضِ خَلِيْفَة {البقرة:30}

اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللهُ وَ الرَّسُوْلُ وَ الْمُؤْمِنُوْنَ {التوبة :106}

  1. Maharah مهارة
                Melatih anak didik dengan berbagai keilmuan, keahlian atau ketrampilan sebagai bekal kehidupan yang nyata, umpamanya: membaca, mendengarkan, berpikir, meneliti, berenang, memanah, berkendaraan dan lain-lain.

اقْرَأْ بِسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ{العلق: 1}

لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ  أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فيِ أَصْحَابِ السَّعِيْرِ  {الملك : 10}

وَ فيِ الأَرْضِ آيات لِلْمُوْقِنِيْنَ وَ فيِ أَنْفُسِكُمْ أَفَلاَ  تُبْصِرُوْنَ {الذريات : 20-21}

عَلِّمُوا أَوْلاَدَكُمْ السِّبَاحَةَ وَ الرِّمَايَةَ وَ رُكُوْبَ الْخَيْلِ {الحديث}

            Walaupun seorang guru tidak bisa menguasai seluruhnya, guru harus tetap bersikap positif, dengan memberikan wawasan yang luas, mendorong dan memberanikan, serta selalu menasehati untuk maju,  karena masa depan yang dihadapi anak didik bisa jadi lebih sulit dan berbeda, bahkan yang lebih penting selalu memohonkan kepada Allah I supaya tercapai cita-citanya.  Semoga Allah I membukakan hati, jiwa dan pikiran anak-anak kita, amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar