Sabtu, 01 Desember 2012

Kultum


Hidup Yang Berarti,
Dengan Umur Yang Panjang


Sesuai dengan pemberitaan Allah SWT di dalam Al-Qur’an, bahwa penghuni surga nanti jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah penduduk bumi semenjak diciptakan manusia hingga akhir zaman nanti.
ثلة من الأولين وقليل من الآخرين ( الواقعة 12 – 14)
Hal ini terjadi karena memang mayoritas manusia di muka bumi ini terpedaya, tertipu dan terbius oleh kehidupan dunia yang fana ini, sehingga mereka berpendapat : “Bahwa dunia adalah tujuan hidup yang terakhir, tidak terpikirkan sama sekali adanya akhirat”. Padahal sebenarnya dunia adalah medan mencari bekal untuk kehidupan abadi di akhirat.
والآخرة خير وأبقى
Kehidupan dunia bisa berakhir secara tiba-tiba tanpa diperhitungkan manusia, dunia berasal dari kata-kata  :
دنا – يدنو – دنوٌّ، دانٍ – أدنى - دنيا
Artinya sesuatu yang dekat dan sangat pendek, kalau dibandingkan dengan kehidupan akhirat nanti.

Allah SWT sebagai pemilik akhirat dan pencipta semua makhluk yang sedang sibuk mencapai kesuksesan dunia telah mengingatkan dalam Al-Qur’an :
من كان يريد حرث الآخرة نزد له في حرثه، ومن كان يريد حرث الدنيا نؤته منها وما له في الآخرة من نصيب (الشورى 20)
Orang-orang yang tidak percaya kepada kebenaran Al-Qur’an ini, hidupnya hanyalah untuk mencapai kenikmatan dunia seperti layaknya kehidupan binatang, hingga tak terpikirkan sama sekali pedihnya siksa-siksa neraka di akhirat nanti.
والذين كفروا يتمتعون ويأكلون كما تأكل الأنعام والنار مثوى لهم. (     )
Kesuksesan dunia haruslah dicapai, karenanya jembatan dan bekal ibadah menuju kesuksesan akhirat. Tetapi jangan sampai gara-gara dunia, akhirat terbengkalai dan jatuh.
Untuk mencapai umur sejuta tahun di dunia yang sebentar ini tidaklah mungkin, namun Rasulullah SAW memberikan petunjuk bahwa hidup seseorang bisa diperpanjang dengan buah dan pahala yang berlipatganda lewat usaha-usaha yang berarti, di dunia sekarang, yaitu dengan cara :
1.  Memiliki amal jariyah, artinya harus berusaha, supaya berharta banyak, berjasa banyak sehingga punya jariyah yang banyak pula.
2.  Memiliki ilmu yang bermanfaat, artinya harus tetap belajar dan mewariskan ilmu kepada segenap anak dan generasi mendatang seperti apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para ulama’ terdahulu.
3.  Memiliki putra-putri yang shaleh dan shalehah yang selalu mendo’akan orang tuanya, artinya harus punya anak dan memohon kepada Allah supaya diberi keturunan yang berkwalitas, lalu dididik dengan baik supaya bisa berbakti kepada kedua orang tuanya.

Sebagaimana petunjuk Rasulullah SAW :
إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث : صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له (رواه مسلم)
Pesantren atau sejenisnya adalah lembaga pendidikan Islam yang terdepan untuk mendidik generasi bangsa yang alim, shaleh, berbakti kepada agama, bangsa dan negara, akhirnya bisa menjadi deposito akhirat yang tak ternilai harganya buat kedua orang tua.
Semoga Allah memberkahi hidup, umur dan anak-anak kita. Amiin.

vvv





Meraih Kesucian Jiwa

 

Manusia


Hakekat manusia terdiri dari jasmani dan rohani. Jasmani kita bisa dilihat dengan mata kepala, tetapi rohani tidak mudah untuk dideteksi. Jasmani yang elok belum tentu baik rohaninya, dan sebaliknya jasmani yang jelek belum tentu buruk jiwa, hati dan perangainya.

Jiwa yang suci

 

Allah SWT, memberikan pernyataan bahwa jasmani manusia adalah sebaik-baiknya bentuk dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya.

لقد خلقنا الإنسان في أحسن تقويـم  (التين : 4)

Tetapi hanya seorang yang berjiwa suci yang akan beruntung di akhirat kelak.

قد أفلح من زكاها  وقد خاب من دسها  ( الشمس :9-10 )

Keadaan jiwa seseorang


Jiwa seseorang rawan, rentan dan mudah terpengaruh oleh kejahatan, sedang yang sanggup menyingkirkannya hanyalah dengan pertolongan Allah. Ingat do’a dan permohonan Rasulullah SAW dalam pidatonya :

اللهم آت نفسي تقواها، زكها أنت خير من زكها، أنت وليها و مولاها (رواه مسلم)

إن الحمد لله نستعينه و نستغفره و نعوذ بالله من شرور أنفسنا و من سيئات أعمالنا  (رواه أبو داود)   

 

Macam-macam jiwa


Kebanyakan ahli tasawuf membagi jiwa seseorang menjadi tiga macam :
1. Jiwa yang tenang (النفس المطمئنة)
Hanya menghadapkan diri kepada Allah dan taat menjalankan segala syari’at-Nya dan orang yang berjiwa demikian dijamin masuk surga.

يايها النفس المطمئنة ارجعي إلي ربك راضية مرضية فادخلي في عبادي وادخلي جنتي (الفجر : 27-30)
2. Jiwa yang mencela  (النفس اللوامة) 
Yang mana terdiri dari :
a. ملومة :  Dicela oleh Allah dan malaikatnya karena kebodohan dan kesesatannya mencela syari’at Allah SWT, ini kemungkinan karena kepentingan dan misinya terganggu, atau hajat dan permintaannya tak terpenuhi.
فأما من طغي و اثر الحياة الدنيا فإن الجحيم هي المأوي
(النازعات : 37-39)

b. غير ملومة : Tidak tercela, lantaran berani mencela orang yang kurang taat kepada syari’at Allah SWT
و أما من خاف مقام ربه ونهي النفس عن الـهوى فإن الجنة هي المأوي (النازعات :40-41) 
3. النفس الأمارة بالسوء  : Jiwa yang mengajak kejahatan. Nafsu yang jahat ini selalu berserikat dan bersekutu dengan syetan. Apalagi syetan selalu menjanjikan dan memberikan harapan yang mempesonakan dan cepat diraih di dunia ini.

Tanpa pertolongan Allah SWT, tak seorangpun yang bisa selamat dari semua godaan syetan yang telah berhasil menguasai jiwa jahat. Hal ini sesuai dengan firman Allah yang menceritakan istri Al-Aziz :
و ما أبرئ نفسي إن النفس لأمارة بالسوء إلا ما رحم رب (يوسف : 35)
و لو لا فضل الله عليكم و رحمته ما زكي منكم من أحد أبدا (النور : 31)
 
Cara menangkal kejahatan
Jiwa atau nafsu jahat bisa dikalahkan dengan tiga cara :
1. سؤالـها عن كل قول و عمل
Memohon kepada Allah dengan segala perkataan atau perbuatan.
2. محاسبتها
Menghitung (introspeksi diri) di dunia ini untung dan ruginya dengan mendahulukan kewajiban pokok.
3. التضييق عليها
Mempersempit gerak dan menutup sumber-sumber kejahatan.

Semoga Allah menjaga kesucian jiwa kita. Amiin.

vvv
 
Menggapai Kesejahteraan Dunia Akherat dengan Profesi Guru


Tanpa diragukan oleh siapapun bahwa guru adalah manusia unggul baik di dunia maupun di akhirat, serta mendapatkan kedudukan yang terhormat di mata manusia dan di hadapan Allah SWT.
Unggul di dunia, sebab secara akademis guru adalah orang yang lulus seleksi dari berbagai persyaratannya seperti keilmuan, mental, ketrampilan, akhlaq, kesehatan pisik dll.
Terhormat dan mendapat kedudukan yang layak di masyarakat lantaran pengabdiannya yang tulus, dan sangat diharapkan oleh semua pihak karena kemajuan negara, bangsa dan agama sangat ditentukan oleh perjuangannya.
Dihadapan Allah, mempunyai kedudukan yang sangat mulia, karena melanjutkan misi dan perjuangan para nabi dan rasul dalam berbagai bidang keduniaan dan keakhiratan.
Diantara petunjuk Allah SWT dan Rasulullah SAW yang menguatkan derajat guru adalah sebagai berikut :

a. Guru adalah sebaik-baik manusia
كنتم خير أمة أخرجت للناس تأمرون بالمعروف و تنهون عن المنكر و تؤمنون بالله (ال عمران 110)
 b. Semua penduduk bumi dan langit memintakan ampun kepada Allah untuk mereka.
إن الله و ملائكته و أهل السماوات و الأرض حتى النملة في حجرها و الحبّان في البحر …… يصلون علي معلّمِ الناس الخيرَ (رواه الترميذي)
c. Pahala seorang guru tak pernah terputus dan habis.
من دعا إلى هدًى كان له من الأجر مثل أجورِ من اتّبعَه لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا (رواه مسلم)
d. Guru adalah pewaris para nabi
العلماء ورثة الأنبياء (رواه الخمسة و صححه ابن حبّان و الحاكم)

Untuk mencapai kesejahteraan di dunia, paling sedikit seorang guru harus berusaha untuk :
a.  Selalu meningkatkan profesinya dengan menambah keilmuan, melatih diri atau mengadakan uji coba (penelitian) apa saja.
b.  Melestarikan harga diri dan wibawanya di mana saja.
c.  Menjadi contoh yang positif dalam segala hal di masyarakat, baik dalam hal keilmuan, keduniaan ataupun keakhiratan.
d.  Siap mengikuti perkembangan zaman dan tetap menjadi panutan bagi para siswanya.
e.  Berkorban yang setinggi-tingginya untuk menghantarkan para siswa menuju ke masa depan yang lebih baik dan maju.

Sedangkan untuk mencapai kesejahteraan akhirat sedikitnya seorang guru harus berusaha untuk :
a. Meningkatkan ibadah dan pengabdiannya baik nilai, kwalitas atau kwantitasnya (ikhlas yang tinggi dan mengajar yang baik).
b. Meningkatkan stamina perjuangan untuk menghadapi berbagai tantangan zaman (berpuasa).
c. Tetap memohon petunjuk kepada Allah dan meningkatkan ketaqwaannya (shalat, qiyamullail dan berdo’a untuk kebaikan para siswanya).
d. Menjaga keseimbangan antara peningkatan keimanan dan keilmuan (membaca buku dan Al Qur’an).
Insya ‘Allah, sekelumit pandangan ini semoga bisa membuka hati kita untuk meningkatkan diri menuju kesejahteraan dunia dan akhirat lewat profesi mulia sebagai guru. v
 

Bank Islam Dan Masa Depa
Ciri Khas Islam

Diantara ciri khas Islam secara global ialah :
1.  Merupakan agama samawi yang sempurna, karena penciptaanya adalah Allah Yang Maha Sempurna.
اليوم أكملت لكم دينكم و أتممت عليكم نعمتي و رضيت لكم الإسلام دينا (المائدة : 3)
2.  Adalah petunjuk bagi manusia dan rahmat untuk semua orang tanpa pandang bulu.
وما أرسلناك إلا رحمة للعالمين (الأنعام : 108)
3.  Mengarahkan manusia untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.
ربنا آتينا في الدنيا حسنة و في الآخرة حسنة و قنا عذاب النار (البقرة:201)
4.  Mewajibkan taat dan patuh sepenuhnya terhadap ajarannya.
ادخلوا في السلم كافة (البقرة : 208)
5.  Menuju kehidupan yang bersih baik lahir maupun batin (jasmani dan rohani).
قد أفلح من زكاها و قد خاب من دساها (الأعلى : 14)
قال رسول الله ص م : الإسلام نظيف فتنظّفوا، فإنه لايدخلوا الجنة إلا النظيف. (الحديث)
6.  Cara mencari rejekipun harus Islami dan menjauhi praktek riba.
ياأيها الذين آمنوا لاتأكلوا أموالكم بينكم بالباطل (النساء : 29)
ياأيها الذين آمنوا لا تأكلوا الربا أضعافا مضاعفة واتقوا الله لعلكم تفلحون (آل عمران : 130)

Sistem Perekonomian Islam

Sistem perekonomian Islam ditegakkan atas dan dalam rangka untuk memerangi riba, karena riba adalah dosa besar yang dapat menghapuskan berkah terhadap individu dan masyarakat, bahkan dapat mendatangkan bencana di dunia dan akhirat.
يمحق الله الربا و يُربي الصدقات و الله لا يحب كل كفّار أثيم (البقرة : 27)
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa.”
ياأيها الذين آمنوا اتقوا الله و ذَرُوا ما بقي من الربا إن كنتم مؤمنين (البقرة:378)
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.”
إذا ظهر الزنا و الربا في قرية فقد أَحَلُّوا بأنفسهم عذاب الله (رواه الحاكم)
Bank Syari’ah

Bank syari’ah adalah salah satu dari sistem perekonomian Islam, yang belum pernah terdengar istilahnya pada zaman Rasulullah SAW, tetapi sudah dipraktekkan langsung oleh Beliau dan para Sahabat dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Prinsip-prinsip dasar ekonomi Islam dari praktek Beliau bersama para sahabat, terus dipelajari, dikaji dan dikembangkan oleh para ulama’ terdahulu hingga kini, sehingga terformat dalam bentuk bank Islam atau bank syari’ah seperti sekarang ini.
Namun demikian, bentuk, sistem dan pengelolaannya selalu dikembangkan dalam rangka untuk menjawab segala tantangan zaman tetapi prinsip kasarnya tetap berpijak kepada nash-nash Al Qur’an dan Al Hadits yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Pada dasarnya kerjasama ekonomi apapun dalam Islam dilakukan secara terbuka tidak ada penipuan terhadap orang lain atau cari untung sendiri, saling menguntungkan kedua belah pihak dan berlaku adil serta saling menjalin mitra-usaha yang produktif, yang tidak bertentangan dengan nash agama.
Beberapa istilah bentuk kerjasama dalam bank syari’ah umpamanya ; wadi’ah (titipan atau simpanan), musyarokah (bagi hasil) yang juga disebut mudhorobah, mujaro’ah (pengelolahan pertanian), ba’i dan syiro’ (jual beli), ijaroh (sewa), wakalah (pendelegasian), kafalah (jaminan), dll.
Dalam Islam mencari rijeki harus disertai dengan :
1.  Keyakinan yang benar bahwa semua rijeki dalangnya dari Allah SWT.
2.  Usaha dan gerak untuk mencari sesuai dengan sunnah-Nya.
3.  Memilih yang halal, baik dan berkah.
4.  Jauh dari kedhaliman atau penipuan apabila kerjasama dengan orang lain, dan seterusnya.
وما من دابة في الأرض إلا على الله رزقها (هود : 6 / الأنعام : 38)
Dan tidak ada suatu bintang melatapun dibumi ini melainkan Allah-lah yang memberi rijekinya.”
وكولوا مما رزقكم الله حلالا طيبا (المائدة : 88)    
“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rijekikan kepadamu.”  v



Berpuasa


Firman Allah SWT :
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلىَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ. (البقرة:183)
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْا (الحشر : 7)
أَطِيْعُوْا اللهَ وَ أَطِيْعُوْا الرَّسُوْلَ وَ أُوْليِ اْلأَمْرِ مِنْكُمْ (النساء : 59)
Sabda Rasulullah SAW :
صُوْمُوْا تَصِحُّوْا.
خَمْسٌ يُفْطِرَنَّ الصَّائِمَ : الكِذْبُ وَ الغِيْبَةُ وَ النَّمِيْمَةُ وَ اليَمِيْنُ الكَاذِبَةُ وَ النَّظْرُ بِشَهْوِةٍ.

Berpuasa adalah syariat Allah SWT, diwajibkan kepada setiap muslim, tertulis di dalam Al Qur’an, merupakan mu’jizat ilmiyah, yang tidak diragukan kebenarannya, karena petunjuk dari Yang Maha Mengetahui dan Maha Sempurna. Guna, manfaat, dampak dan pengaruhnya bisa dikaji secara mendalam dan ilmiyah. Kewajiban ini telah dipraktekkan langsung oleh Rasulullah SAW, para sahabat dan orang-orang terdahulu.
Tujuan puasa adalah taqwa. Orang yang bertaqwa yaitu menjaga dirinya dari kesengsaraan dunia dan siksa di akherat. Singkatnya menuju sukses di dunia dan akherat.
Menurut arti bahasa, puasa artinya menahan atau mencegah yaitu larangan untuk mbruwah tanpa aturan dan batas, ngaji pumpung seenaknya sendiri, atau bebas merdeka tanpa beban dan ikatan. Karena akibatnya adalah kehancuran dan kesengsaraan.
Diantara hikmah berpuasa ialah :
a.  Membiasakan diri taat dan patuh kepada perintah Allah swt, Rasulullah saw dan para pemimpin atau atasan.
b.  Siap melaksanakan kewajiban dan tugas sesuai dengan syari’at dan aturan.
c.   Berdisiplin dalam menunaikan kewajiban dari awal tugas hingga akhir dengan sempurna.
d.  Bersedia menerima sangsi dan hukuman bila tidak melaksanakan, seperti berpuasa di bulan lain, membayar fidyah, atau dilipatkan sangsinya.
e.  Menjaga diri dari segala macam pelanggaran, maksiat dan dosa.
f.   Berani mengubah sikap atau kebiasaan-kebiasaan buruk yang sudah mendarah mendaging.
g.  Membuahkan rasa sosial, persaudaraan dan tenggang rasa terhadap orang lain dengan ifthor, zakat, sodaqoh jariyah, dll.
h.  Berpendirian kuat, berkemauan keras dan tabah dalam mencapai tujuan.
i.    Mengerti arti pahala, karena lebih besar dari upah yang bisa dihitung, walapun harus berkorban dan menahan diri, atau menunggu di akhir nanti.
j.    Menggiatkan usaha untuk mencari rejeki, karenanya adalah kebutuhan hidup yang tak bisa dielakkan. Ingat hajat makan dan minum menjelang berbuka !.
k.  Menambah kesehatan badan.
l.    Menyadarkan diri bahwa hidup ini hanyalah untuk beribadah, artinya jerih payah dan perjuangan semuanya, direlakan hanya untuk ibadah dan pengabdian kepada Allah saja.
Hidup bukan untuk menghamba perut, tetapi perutnya diajak menghamba kepada Allah. Hidup untuk perjuangan, dan bukan perjuangan hanya untuk penghidupan.
Selamat berpuasa dan semoga Allah menerima dan melipatgandakan pahala puasa kita. Amiin.

vvv



Al Qur’an
di Bulan Ramadhan


شهر رمضان الذي أنزل فيه القرآن هدى للناس و بينات من الهدى و الفرقان، فمن شهد منكم الشهر فليصمه. (البقرة : 185)
وعن عبد الله بن عمرو أن النبي ص م قال : الصيام و القرآن يشفعان للعبد يوم القيامة. (رواه أحمد بسند صحيح).

Membaca dan mempelajari Al Qur’an disamping berpuasa pada bulan Ramadhan adalah sunnah Rasul yang berpahala besar yaitu syafa’at pada hari kiamat. Al Qur’an adalah wahyu Allah, mukjizat ilmiah yang abadi dan bisa dikaji secara ilmiah sampai hari kiamat. Al Qur’an adalah kalamullah dan juga bukti nyata wujudnya Allah SWT. Kebenaran Al Qur’an tidak bertentangan sama sekali dengan kebenaran science dan teknologi. Tanpa diragukan lagi karena pencipta Al Qur’an adalah Maha Tahu dan Maha Sempurna. Jadi, Al Qur’an bukan gubahan Rasulullah SAW atau karangan ulama’ Arab. Hal ini bisa dibuktikan dari beberapa kebenaran ilmu modern yang diketahui para ilmuwan dunia pada akhir-akhir abad modern ini, pada hal Al Qur’an sudah turun semenjak abad Rasulullah SAW.
Diantara bukti kebenaran ilmiah Al Qur’an yang mendahului ilmu-ilmu modern umpamanya :
1. Jutaan buku yang dikarang oleh manusia, bahkan lebih tebal dari pada Al Qu’ran, tetapi hanya Al Qur’an yang diciptakan seimbang kata-katanya, huruf, dan isinya dari awal sampai akhir.
الله الذي أنزل الكتاب بالحق و الميزان. (الشورى 17)
“Allahlah yang menurunkan Al Qur’an dengan benar dan seimbang.”     

Umpamanya firman Allah :
لواحة للبشر. عليها تسعة عشر. (المدثر 29-30)                 
(Neraka Saqor) adalah pembakar kulit manusia. Diatasnya ada 19 (malaikat  penjaga)”

a. Ternyata kalimat بسم الله الرحمن الرجيم    berjumlah 19 huruf, dan setelah dihitung dengan teliti ism ;
Allah berjumlah               2.698   : 19 = 142
Arrohman berjumlah        57        : 19 = 3
Arrohim berjumlah                       114      : 19 = 6    
b. Keseimbangan jumlah kata dengan bilangan antonim (lawannya).
الحياة        : الموت = 145 kali                     الطمئنينة    : الضيق    = 13 kali
النافع         : المضرة  =  50 kali                      الرهبة      : الرعبة    = 8 kali
الحرّ          : البرد    = 4 kali                         كفر        : إيمان      =  17 kali
الصالحات     : السيئات            = 167 kali                     الصيف     : الشتاء    = 1 kali

2. Keadaan udara di ruang angkasa, sudah jauh diberitakan Al Qur’an sebelum ilmuwan-ilmuwan modern menemukannya pada abad modern ini. Diantaranya yaitu bahwa semakin naik ke langit semakin menipis udaranya, bahkan semakin hampa, sehingga orang sesak untuk bernapas. Hal ini sebagaimana telah tertulis dalam Al Qur’an :
ومن يرد أن يضله يجعل صدره ضيقا حرجا كأنما يصعد في السماء. (الأنعام 125)
“Dan siapapun yang dikehendaki oleh Allah tersesat, hatinya dibuat semakin sesak seakan-akan dinaikkan ke langit.”

4.      Penemuan para dokter kulit pada abad 20 yang mengatakan bahwa semua permukaan kulit bisa merasakan karena dipenuhi dengan ujung-ujung uraf-syaraf. Sedangkan bagian dalam tubuh manusia tidak demikian, maka operasi bedah tidak menimbulkan sakit parah. Karena itu setelah uraf-syaraf dibius, operasi bedah segera bisa dilaksanakan.

Sebagaimana tertulis dalam Al Qur’an :
إن الذين كفروا بآياتنا سوف نصليهم نارا كلما نضجت جلودهم بدلناهم جلودا غيرها ليذوقوا العذاب، إن الله كان عزيزا حكيما. (النساء:56).

“Sesungguhnya orang-orang yang ingkar akan tanda-tanda Kami, mereka akan Kami panggang diatas api neraka. Ketika kulit-kulit mereka masak terpanggang, langsung Kami ganti kulit-kulit mereka dengan yang lain, agar mereka merasakan siksa, sesungguhnya Allah Maha Perkasa dan Bijaksana.”  

4. Penemuan tambang batubara atau minyak bumi yang mana semuanya itu berasal dari tumbuh-tumbuhan hijau yang tertimbun di tanah beberapa abad yang silam, ternyata sudah tertera di dalam Al Qur’an secara jelas.
الذي جعل لكم من الشجر الأحضر نارا فإذا أنتم منه توقدون. (يس 80)
“Dia Allah yang menjadikan api dari kayu yang hijau buatmu, maka tiba-tiba kamu menyalakan api dari kayu itu.”

Ini semua membuktikan bahwa Al Qur’an memuat kebenaran-kebenaran ilmiyah yang tak mungkin dilakukan oleh Rasulullah SAW atau ulama’-ulama’ Arab yang terdahulu. Jadi, Al Qur’an adalah bukti nyata wujudnya Allah dan juga sebagai mukjizat ilmiyah sampai hari kiamat.
Selamat berpuasa dan membaca Al Qur’an sehingga kita mendapatkan syafa’at-Nya di hari akhir nanti. Amiin.
 

Melawan Hawa Nafsu

A.     Nafsu Positif
Nafsu adalah kemauan yang ada pada diri manusia. Nafsu mendorong seseorang untuk berbuat lebih banyak dan lebih bermanfaat.
Allah SWT telah menciptakan nafsu pada diri manusia di antara manfaatnya adalah untuk menjaga kelangsungan hidup manusia itu sendiri dan berlomba-lomba dalam kemajuan.
-     Dengan nafsu makan, seseorang berusaha dan berlomba-lomba mencari rejeki yang sebanyak-banyaknya.
-     Dengan nafsu birahi, seseorang dikaruniai anak oleh Allah demi kelangsungan hidup umat manusia.
-     Dengan nafsu berkuasa, seseorang berlomba-lomba untuk menjadi pemimpin, pengusaha, atau pemegang tahta menyatukan umat untuk hidup bersama terpimpin.
Apapun yang diciptakan oleh Allah SWT ada guna dan manfaatnya asalkan menurut dan sesuai dengan petunjuk-Nya.
افحسبتم أنما خلقناكم عبثا وأنكم إلينا لا ترجعون (المؤمنون: 115)
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami”.

B.     Hawa Nafsu Negatif

Nafsu yang tidak terkendali, terkontrol dan tidak mendapat petunjuk akan berakibat buruk atau negatif, karena hawa nafsu berkeinginan enak, bebas, dan berkuasa  sepenuhnya. Hal ini sesuai dengan petunjuk Allah swt:
إن النفس لأمارة بالسوء (يوسف: 53)
“Sesungguhnya nafsu itu menyuruh kepada kejahatan”.

-     Hawa nafsu ingin meraih harta yang banyak menyebabkan: mencuri, korupsi, judi dll.
-     Hawa nafsu ingin meraih wanita atau memanjakan nafsu birahinya menjurus kepada: perzinaan, pelacuran dll.
-     Hawa nafsu ingin berkuasa tanpa kendali menyebabkan: pembunuhan, dhalim, atau menggunakan cara apa saja untuk melanggengkan kekuasaannya. Ingat firman.

C.     Melawan Hawa Nafsu

Tidak ada sesuatu yang bisa mengontrol nafsu negatif yang berada dalam diri manusia, kecuali dari petunjuk sang pencipta-Nya.
Hidup sesuai dengan petunjuk Allah dan mengikuti sunnah-sunnah Rosululah SAW, adalah satu-satunya cara untuk mencegah dan melawan hawa nafsu, di ataranya :
-     beribadah, berdzikir kepada Allah semata.
-     melatih diri untuk memihak dan membiasakan diri untuk mengikuti yang halal, yang benar, yang sah dan yang baik sesuai dengan ajaran agama.
-     menjauhkan diri dari hal-hal yang negatif semaksimal mungkin.
واقم الصلاة إن الصلاة تنهى عن الفحشاء و المنكر (العنكبوت: 45)
“Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar”.
الا بذكر الله تطمئن القلوب (الرعد: 28)
“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.

D.     Keuntungan

Banyak sekali manfaat dan hasil yang kita peroleh setelah kita bisa menaklukkan hawa nafsu. Singkatnya, bukan hanya kebaikan-kebaikan dunia dan keselamatan hidup di tengah-tengah masyarakat kita, tetapi yang lebih penting kita juga akan meraih nafsu muthmainnah, yang akibatnya menuju ke tempat tujuan yaitu surga yang diridhai oleh Allah SWT.
يا أياتها النفس المطمئنة إرجعي إلى ربك راضية مرضية فادخلي فى عبادي وادخلي جنتى (الفجر: 27-30)
“Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya”.


Penerapan Manajemen Syar’i

A. Mengapa Harus Management Syar’i ?

ومن يبتغ غير الإسلام ديينا فلن يقبل منه وهو فى الآخرة من الخاشرين
ادخلوا فى السلم كافة
ومن لم يحكم بما انزل الله فأولئك هم الكافرون
قوا أنفسكم واهليكم نارا
لا يكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها مااكتسبت

Kehidupan, perjuangan dan usaha yang tidak mengikuti syari’ah Islam akan merugi di akhirat nanti.
Syari’at Islam harus diterapkan dalam semua aspek kehidupan, tidak kepalang tanggung.
Beriman dan tahu, tetapi tidak melaksanakan, berarti ragu-ragu dan ingkar.
Sedini mungkin dan dalam lingkungan dekat dipraktekkan semaksimal mungkin, tidak perlu menunggu-nunggu, sehingga tidak terjadi penyesalan sepanjang masa.

B. Management Syar’i (التدبير الشرعى  )
1.      ومن يبتغ غير الإسلام دينا فلن يقبل منه وهو فى الآخرة من الخاشرين
إهدنا الصراط المستقيم
2.      قل ربنا آتنا فى الدنيا حسنة و فى الآخرة حسنة و قنا عذاب النار
3.      وما خلقت الجن و الإنس إلا ليعبدون
4.      تعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على الإثم والعدوان
5.      أطيعوا الله وأطيعوا الرسول واولى الأمر منكم
6.      وأقيموا الصلاة وآتوا الزكاة واركعو مع الراكعين
يآأيها الذين آمنوا اركعوا واسجدوا واعبدوا ربكم وافعلوا الخير لعلكم تفلحون
7.      إنما المؤمنون إخوة فأصلحوا بين اخويكم واتقوا الله لعلكم ترحمون
8.      جزاؤهم عند ربهم جنت تجرى من تحتها الأنهار خالدين فيها ابدا رضي الله عنهم ورضوا عنه
9.      إن اكرمكم عند الله اتقاكم
10.  إن تنصروا الله ينصركم ويثبت اقدامكم
من كان يريد حرث الآخرة نزد له فى حرثه, ومن كان يريد حرث الدنيا نؤته منها وما له فى الآخرة من نصيب

A.     Perbedaan antara Manajemen Syar’i dan Manajemen Modern

Management Syar’i

Management Modern
1. Atas dasar petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

1. Pemikiran manusia.
2. Sukses di dunia dan akherat.

2. Hanya sukses di dunia.
3. Imam dan ma’mum berjuang dan bekerja untuk    beribadah kepada Allah, derajatnya sama.

3. Bos dan bawahan berjuang dan bekerja untuk kemanusiaan, tidak sama keduduka nnya.
4. Tidak ada kedholiman antara iman dan ma’mum, tidak ada yang dijadikan sapi perahan.

4. Bisa terjadi dengan mudah karena tidak ada standart, ketidak adilan mudah terjadi.
5. Loyalitas kepada Allah dan hukum-Nya adalah mutlak, utamanya dalam ibadah, sedangkan loyalitas kepada imam sebatas imam berpegang teguh kepada syari’ah

5. Terserah pimpinan atau bosnya, tidak ada undang-undangnya.
6. Dalam ibadah, sujud rukun atau gerak imam dan ma’mum harus sama, bahkan ma’mum tidak boleh mendahului imam. Sebab kalau terjadi sebaliknya, ibadah ma’mum menjadi batal

6. Sesuai dengan aturan yang mereka buat. Biasanya atasan lebih berkuasa dalam segala-galanya.
7. Dalam pelaksanaan ibadah imam bisa dibetulkan bila bersalah, bahkan harus mengundurkan diri, kalau batal, walaupun ma’mum tidak tahu.

7. Jarang terjadi, bahkan walaupun salah cenderung bertahan dengan segala alasan.
8. Harapan dan hasil usaha yang ingin dicapai dalam jama’ah adalah ridlo Allah, diterima oleh Allah yang saling menguntungkan kedua-duanya.

8. Tidak ada patokan, bisa jadi lebih beruntung daripada bawahan.
9. Yang paling berprestasi adalah yang paling bertakwa. Intinya, baik dan terbaik pada standart akhirat dan pada standart dunia.

9. Yang paling menguntungkan di dunia, sedangkan akhirat tidak ada harapan.
. Dalam penerapan syari’ah yang benar, Allah akan memberikan pertolongan, berkah dan kesejahteraan baik di dunia maupun di akhirat.

Seperti apapun usahanya hanyalah mendapat imbalan dunia sesuai dengan kesungguhannya.
 

Tantangan Hidup

Setiap muslim menghadapi tiga tantangan hidup yang harus diatasi dengan sungguh-sungguh supaya sukses hidup di dunia dan akhirat.

A. Berusaha untuk menjadi orang muslim yang sempurna, artinya sanggup mengamalkan dengan baik rukun Islam secara total.

يأيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون ]آل عمران: 102[

B. Harus lulus mengahadapi ujian Allah SWT, yang tidak bisa dihindari, seperti; takut, lapar, kekurangan harta, kekurangan jiwa, atau kekurangan buah-buahan. Tetaplah ia istiqomah pada jalur syari’ah yang ditetapkan Allah.

ولنبلونكم بشيئ من الخوف والجوع ونقص من الأموال والأنفس والثمرات وبشر الصابرين. الذين إذا أصابتهم مصيبة قالو إنا لله و إنا إليه راجعون ]البقرة: 155-156[

C. Mampu menghadapi godaan syetan. Karena syetan bersumpah di hadapan Allah bahwa dia dengan berbagai cara akan menggoda setiap manusia dari segala arah dan jurusan. Diantara caranya ada yang langsung menggoda manusia, ada yang dengan cara minta bantuan kepada orang-orang yang biasa ditunggangi dan bahkan bisa jadi menunggangi nafsu manusia (seperti pada kelemahan-kelamahan manusia dalam hal keenakan, kebebasan, kemaksiatan, keduniaan, dan fantasi/khayalan).

قال فبما أغويتني لأقعدن لهم صراطك المستقيم. ثم لأتينهم من بين أيديهم ومن خلفهم وعن أيمانهم وعن شمائلهم صلى ولا تجد أكثرهم شاكرين ]الأعراف: 16-17[
Dan ternyata sedikit sekali manusia yang luput dari godaannya, sedikit sekali yang masuk surga, atau berpredikat taqwa.

ثلة من الأولين.  وقليل من الآخرين ]الواقعة: 13-14[

Padahal manusia yang paling mulia di hadapan Allah adalah yang paling bertaqwa.

إن أكرمكم عند الله أتقاكمج ]الحجرات: 13[

Ketaqwaan bisa diraih dengan jalan berpuasa.

يأيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون ]البقرة: 183[

Semoga kita diberi kekuatan lahir dan batin oleh Allah SWT dan bisa meraih kedudukan yang mulia ini. Amiin.

.








Guru Sebagai Uswah Hasanah

Guru adalah uswah hasanah, Rasulullah SAW orang yang pertama kali menyampaikan Islam kepada ummat manusia, sedangkan segenap guru sekarang ini adalah sebagai penerus perjuangan Beliau. Tugas guru sekarang tak jauh berbeda dengan tugas Rasulullah SAW, karena keduanya sama-sama mendidik manusia dan menyampaikan misi Ilahi. Demikian juga permasalahan yang harus dihadapi.
يا حسرة على العباد، ما يأتيهم من رسول إلا كانوا به يستهزئون. (يس : 30)
Rasulullah SAW adalah manusia pilihan dan dipersenjatai dengan mu’jizat, dikarenakan harus berhadapan dengan berbagai tantangan hidup, musuh dan menanamkan ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat yang beragam. Demikianlah seorang guru adalah orang yang juga terseleksi dalam bidang dan keilmuannya.
الله يصطفي من الملائكة رسلا و من الناس، إن الله سميع بصير. (الحج : 75)
Adapun beberapa mu’jizat ilmiyah yang dimiliki Rasulullah SAW yang seharusnya juga untuk dimiliki oleh seorang guru dalam mendidik santri/siswanya agar bertaqwa, taat, patuh, cerdas dan terampil, sedikitnya bisa mengikuti beberapa petunjuk agama sebagai berikut :

1.  Hidayah

Memiliki keyakinan yang benar, bahwa guru adalah manusia biasa, tak akan mampu membuat orang lain baik tanpa petunjuk Allah SWT dan mengikuti sunnah-Nya, karena hati, otak dan manusia seutuhnya adalah milik Allah SWT semata.
إنك لا تهدي من أحببت ولكن الله يهدي من يشاء، وهو أعلم بالمهتدين. (القصص : 56)

2.  Uswah

Menjadikan dirinya sebagai contoh dan teladan (uswah hasanah) dalam segala hal, dalam hal ini umpamanya meniru sifat Rasulullah SAW : Siddiq, amanah, tabligh, fathonah dan akhlaq karimah Beliau. Jadi bukan hanya memberi materi, tetapi yang lebih penting adalah pelaksana lebih dahulu.

لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجوا الله و اليوم الآخر و ذكر الله كثيرا. (الأحزاب : 21)
3.  Rahmah

Berlaku kasih sayang terhadap anak didiknya, jiwa keikhlasan tinggi dan pengabdiannya yang maksimal.
لو كنت فظا غليظ القلب لانفضوا من حولك. (آل عمران : 159)
من لا يرحم لا يرحم. (الحديث)

4.  Abawwah

Bersikap dewasa, yang mana menjadikan dirinya sebagai ayah atau ibu yang dekat, melindungi, memotivasi, mendo’akan dan mengusahakan sukses kepada anak didik, seperti anaknya sendiri.
.
وقالوا ربنا إنا أطعنا سادتنا و كبراءنا و أضلونا السبيلا. (الأحزاب : 67)
كل مولود يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه. (الحديث)


5.      Nashihah

Tidak bosan memberikan nasehat kepada anak didik, karena agama itu sendiri hanya didasarkan atas nasehat, baik berupa nasehat tabshir maupun nasehat tandzir.
وما أرسلناك إلا كافة للناس بشيرا و نذيرا. (سبأ : 28)
الدين النصيحة. (الحديث)

6.  Qiyadah

Mendorong anak didik berjiwa pemimpin, berjiwa mandiri, berjiwa besar dan tidak berjiwa robot.
إني جاعل في الأرض خليفة. (البقرة : 30)
اعملوا فسيري الله عملكم و رسوله و المؤمنون. (التوبة : 106)

7.  Maharah

Melatih anak didik dengan berbagai keilmuan, keahlian dan ketrampilan sebagai bekal dalam kehidupan yang nyata, uimpamanya : membaca, mendengarkan, berfikir, meneliti, berenang, memanah, berkendaraan dan lain-lain.
اقرأ بسم ربك الذي خلق. (العلق : 1)
لو كنا نسمع أو نعقل ما كنا في أصحاب السعير. (الملك : 10)
و في الأرض آيات للموقنين و في أنفسكم أفلا تبصرون.(الذريات:20-21)
علموا أولادكم السباحة و الرماية و ركوب الخيل. (الحديث) 

Walaupun seorang guru tidak bisa menguasai seluruhnya, guru harus tetap bersikap positif, dengan memberikan wawasan yang luas, mendorong dan memberanikan, serta selalu menasehati untuk maju, karena masa depan yang dihadapi anak didik bisa jadi lebih sulit dan berbeda, bahkan yang lebih penting selalu berdo’a kepada Allah SWT agar anak didiknya sukses dalam belajar dan tercapai cita-citanya.
Semoga Allah membukakan hati, jiwa dan otak anak-anak didik kita. Amiin.

*) Makalah disampaikan dalam acara Halal Bihalal SMU Muhammadiyah

Mahkota Guru


Sesuai dengan gelar profesi yang disandangnya, guru adalah orang yang terhormat, terpelajar dan sebagai uswah hasanah bagi murid khususnya dan bagi masyarakat sekitar pada umumnya. Profesi guru adalah risalah utama Muhammad SAW sebagaimana sabda Beliau :
إني بعثت معلما. (الحديث)
 Sesungguhnya saya diutus oleh Allah sebagai guru.”

Tugas guru tidaklah ringan, sebab disamping mentransfer ilmu kepada murid juga sebagai pendidik serta suri tauladan bagi semua orang. Ingat tugas Rasulullah SAW :
لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة (الأحزاب : 21)

 “Dan telah ada pada diri Rasulullah SAW  suri tauladan  yang baik bagimu”.

Namun kenyataan yang telah terjadi adalah bahwa manusia memang tetap manusia, tiada gading yang tak retak, banyak kekurangan dan kelemahan pada seorang guru, maka cemoohanpun sering datang bertubi-tubi.
يا حسرة على العباد ما يأتيهم من رسول إلا كانوا به يستهزؤون(يس :30)

Mahkota guru yang ia sandang harus dipertahankan karena sebagai kehormatan di hadapan manusia (murid, orang tua, keluarga, masyarakat dan bahkan pemerintah) dan di hadapan Allah SWT nanti.
Guru sebagai manusia teladan harus bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik, harus mampu untuk menjawab tantangan dan menyelesaikan beban kehidupan secara jelas dan nyata. Berikut ini adalah langkah yang harus dikerjakan dengan maksimal dan penuh tanggung jawab oleh seorang guru, diantaranya :

Kepada dirinya

Selalu menambah bekal dan kekuatan lahir batin, al faqid la yu’ti (Orang yang tak punya, tidak akan bisa memberi).

Kepada muridnya

Mengajar dan mendidik murid yang bermental pemimpin sebagaimana kehendak Sang Pencipta yaitu pemimpin di bumi dan imam bagi orang-orang yang bertaqwa.
إني جاعل في الأرض خليفة (البقرة : 30)
واجعلنا للمتقين إماما (الفرقان : 74)

Berangkat dari memimpin dirinya, anak istri dan orang lain serta memanfaatkan bumi seisinya untuk kehidupan. Lakukan semuanya dengan maksimal, ikhlas dan kasih sayang.

Kepada orang tua murid dan masyarakat

Paling sedikit meringankan beban mereka, memenui harapan baik mereka semampu mungkin, menunjukkan jalan yang lurus dan contoh yang baik.
والله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه (الحديث).
إن تنصروا الله ينصركم و يثبت أقدامكم (محمد : 7)

Kepada keluarga dan anak istrinya sendiri

Jangan sampai kurang perhatian. Biasanya masyarakat atau pemerintahpun kurang perhatiannya lantaran guru dianggap sudah baik keadaannya, dianggap sudah berilmu dan mendapat kehormatan dari berbagai kalangan. Padahal ia tetap harus menjaga kehormatan (tidak meminta-minta) atau harus tahan (sabar), dalam bahasa Al Qur’annya harus al-isti’faf wa al-shobr. Sebagaimana nasehat Rasulullah SAW :
اليد العليا خير من اليد السفلى (الحديث)  
 “Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah.“.

Dan sebagaimana nasehat Asy-syahid Hasan Al Banna :
أن تزاول عملا اقتصاديا مهما كنت غنيا.(حسن البنا). 

“Hendaklah engkau melakukan usaha perekonomian walaupun engkau kaya. ”

Firman Allah dalam Al Qur’an :
قوا أنفسكم و أهليكم نارا (التحريم : 60)
“Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. ”

Kepada pemerintah dan atasan

Berusaha untuk berprestasi yang baik dengan loyalitas yang murni. Guru (beserta organisasinya) dan pemerintah sama-sama mengabdi untuk mendidik para murid bagaikan imam dan ma’mumnya harus bersamaan, tidak boleh menyalahi aturan, karena bisa merugikan semua pihak (guru, murid, masyarakat dan pemerintah) atau jama’ahnya, tugas dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

أطيعوا الله و أطيعوا الرسول و أولي الأمر منكم (النساء : 89)

Di hadapan Allah SWT

Apapun yang kita lakukan yang penuh pengorbanan itu, kita niati ibadah lillah dengan penuh keikhlasan yang setinggi-tingginya. Itulah pengabdian kita dan itulah ibadah kita. Seandainya kita tidak meraih penghargaan, lencana atau nobel, kita harus meyakinkan diri bahwa nobel akhirat atau husnul khotimah pasti dianugerahkan oleh Allah kepada kita.

إن أكرمكم عند الله أتقاكم (الحجرات : 13)
إن صلاتي و نسكني و محياي و مماتي لله رب العالمين (الأنعام : 63)

Akhirnya harus diingat, guru tetap guru, kapan dan di namapun. Semoga Allah tetap mengaruniakan mahkota guru sampai hari akhir nanti, dan menerima pengabdian serta ibadah para guru. Amiin. v
















Kwalitas Hidup Harus Diuji


Islam adalah agama yang sempurna, sebagai petunjuk dan rahmat bagi manusia sedunia (rahmatan li al-alamin). Untuk mencapai kebaikan hidup manusia di dunia dan akhirat, Allah SWT memberikan kepadanya :

1.  Fasilitas hidup berupa dunia dan seisinya
2.  Petunjuk hidup berupa instink, panca indra, akal dan agama
3.  Ujian hidup yang beraneka ragam untuk peningkatan dan penilaian akhir hayatnya.

Allah Maha Tahu, jauh-jauh memberi tahu kepada manusia bahwa umat manusia yang lulus ujian dan masuk surga nantinya tidaklah banyak, hanya sepertiga dari umat yang terdahulu sedangkan umat terakhir sangat sedikit saja.
Tiga hal yang menyebabkan tidak lulusnya manusia dalam ujian nanti diantaranya :
1. Keadaan manusia yang lemah, mudah tergoda, cenderung mengikuti hawa nafsu yang selalu mencari hal-hal enak, bebas dari beban dan kewajiban, suka jalan pintas yang dekat dan maksiat (Ladzidzun, hurriyatun, dunyawiyatun, ma’shiyatun).
وخلق الإنسان ضعيفا. (النساء : 28)

2. Kurang paham terhadap ajaran Islam (hanya cari enaknya).
من يرد لله به خيرا يفقه في الدين. (رواه البخاري في الصحيح)



Diantara pemahaman terhadap ajaran Islam yang perlu ditekankan bahwa :
a. Islam adalah agama yang mendambakan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Setiap muslim harus husnul khotimah di dunia dan juga di akhirat. Jangan sampai hanya berfikir akhirat tetapi dunianya terlantar atau hanya mengejar dunia sehingga akhiratnya terlupakan. Yang selamat haruslah menjaga keseimbangan antara keduanya. Sesuai dengan petunjuk wahyu Ilali, tujuan hidup yang sebenarnya adalah akhirat, sedangkan dunia harus diraih sebagai jembatan ke surga
.من كان يريد حرث الآخرة نزد له في حرثه، ومن كان يريد حرث الدنيا نؤته منها وما له في الآخرة من نصيب (الشورى : 20)
و ابتغ فيما آتاك الله الدار الآخرة ولا تنس نصيبك من الدنيا(القصص:77)

b. Hakekat Islam bukan ritualnya dan penampilannya saja, tetapi harus disertai dengan amal dan kenyataan (lahir dan batin), sebab Islam adalah realistis dan bersih.
قل اعملوا فسيري الله عملكم و رسوله و المؤمنون و ستردون إلى عالم الفيب و الشهادة فينبئكم بما كنتم تعلمون. (التوبة : 105)  
 c. Dalam urusan ibadah mahdhah harus meniru Rasulullah SAW, tidak membuat bid’ah, tetapi dalam urusan dunia boleh bervariasi dan berenovasi asal tetap Islami. Mengada-ada dalam urusan ibadah adalah sesat, sedangkan statis dalam urusan dunia adalah kebodohan.
صلوا كما رأيتموني أصلي. (الحديث)
الإبتداع في الدين ضلالة و التجمد في شئون الدنيا جهالة.
 d. Di dalam beraqidah harus bersih, tidak boleh syirik dan gado-gado mencampuradukkan antara aqidah Islamiyah dengan tradisi yang tidak Islami. Dalam hal ini haruslah meniru para sahabat terdahulu, begitu masuk Islam semua tradisi jahiliyah ditanggalkan, dan tidak ada model toleransi.
ادخلوا في السلم كافة (البقرة : 208)

e. Kwalitas umat bisa dijaga hanya kalau selalu menjaga keseimbangan dalam peningkatan iman dan ilmu. Kalau hanya mengutamakan peningkatan ilmu tanpa iman bisa menjadi Atheis, sedangkan hanya iman tanpa ilmu bisa tersesat.
يرفع الله الذين آمنوا منكم و الذين أوتوا العلم درجات (المجادلة : 11)
f. Fanatik Islam wajib dan harus selalu dipupuk, tetapi fanatik buta baik kelompok, golongan, suku, madzhab, tidak boleh sebab bisa mempersempit wawasan, pergaulan dan keilmuan.
وما أرسلناك إلا رحمة للعالمين (الأنبياء : 107)
g. Hubungan dan komunikasi dengan siapapun harus disertai dengan akhlaq yang mulia, tidak hanya harus sopan kepada manusia, kepada makhluk lainpun harus wajar lahir dan batin. Ingat, Rasulullah SAW diutus ke jagad untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia.
إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق. (الحديث)
3. Takut mati dan enggan lelah
1.  Mati tidak perlu ditakuti, karena mati adalah ketentuan Allah yang pasti terjadi, tetapi mempersiapkan diri dengan bekal untuk khusnul khatimah, mati syahid dijalan Allah memiliki deposito amal dan ibadah yang diterima Allah, harus diusahakan dan dipersiapkan masak-masak.
قل إن الموت الذي تفرون منه فإنه ملاقيكم (الجمعة : 8)
وأعدوا لهم مااستطعتم من قوة ومن رباط الخيل ترهبون به عدو الله وعدوكم وآخرين من دونهم، لا تعلمونهم والله يعلمهم، وما تنفقوا من شيء في سبيل الله يوف إليكم وأنتم لا تظلمون (الأنفال : 60)

2.  Sebagai sunnah Allah SWT, bahwa petunjukNya, pertolonganNya, dan kemudahanNya tidak akan diberikan kepada siapapun kecuali setelah menguras habis tenaga, pikiran dan apa saja yang dimilikinya (mujahadah).
والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا (العنكبوت : 69)
إن تنصروا الله ينصركم ويثبت أقدامكم (محمد: 7)
من يتق الله يجعل له مخرجا (الطلاق : 2)
ومن يتق الله يجعل له من أمره يسرا (الطلاق : 4)
ومن يتق الله يكفر عنه سيآته ويعظم له أجرا (الطلاق : 5)

3.  Siap mental dan segala-galanya untuk menghadapi ujian Allah secara individu atau kebersamaan (kolektif). Ujian adalah sunnah Allah yang juga berkali-kali dialami oleh Rasulullah SAW. Ummat Islam sekarang dan hingga akhir zaman nanti juga tak luput dari sunnah ini, dimusuhi, dicaci-maki, dipojokkan, digelari dengan teroris, sparatis, tradisionalis, fanatis, fondamentalis, dan lain-lain.
ولنبلونكم بشئ من الخوف والجوع ونقص من الأموال والأنفس والثمرات، وبشر الصابرين (البقرة : 155)

Islam takkan tergoyahkan dan ajaran tidak akan pernah menyesatkan, tetapi suci murni dari segala celaan, walaupun oknum ataupun pengikutnya bersalah.
إنا نحن نزلنا الذكر وإنا له لحافظون (الحجر : 9)
الإسلام يعلو ولا يعلى عليه. (الحديث)

vvv




Islam Dan Jihad


Islam artinya taat, patuh, tunduk dan pasrah serta penyerahan diri. Islam adalah agama yang sempurna, ni’mat dan hidayah serta rahmat bagi manusia seluruhnya. Islam meliputi aqidah, syari’ah dan akhlaq atau tasawuf, dan biasanya disebut iman, islam dan ihsan.
الإسلام هو الإستسلام لله بالتوحيد والإنقياد له بالطاعة، والإبتعاد عن الشرك
اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا. (المائدة : 3)
قل إنّ هدى الله هو الهدى (البقرة:120)

Islam seseorang belum dikatakan sempurna, kalau rukunnya yang lima belum dikerjakan dengan sempurna. Islam harus dipertahankan, diperjuangkan dan diajarkan kepada siapapun dengan petunjuk Allah SWT yang disebut jihad.

وماأرسلناك إلاّ رحمة للعالمين (الأنبياء:107)
جبريل يسأل : يا محمد أخبرني عن الإسلام ؟ فقال رسول الله صلّي الله عليه وسلّم : أنّ تشهد أن لاإله إلاّ الله وأنّ محمدا رسول الله وتقيم الصلاة وتؤتي الزكاة وتصوم رمضان وتحجّ البيت إن استطعت إليه سبيلا. (رواه مسلم)
ياآيها الّذين آمنوا اتقوا الله حقّ تقاته ولا تموتنّ إلاّ وأنتم مسلمون (آل عمران : 102)

Jihad artinya menguras dan mencurahkan semua kemampuan dan kekuatan. Sedangkan jihad di jalan Allah artinya melawan orang kafir untuk menegakkan agama Allah SWT, dengan segala persiapan dan pelaksanaannya.
الجهاد من جَاهَدَ-يجُاَهِدُ-مُجَاهَدَةً وجِهَادًا بمعني المبالغة واستفراغ ما في الوسع والطاقة.
الجهاد في سبيل الله تعنى قتال الكفّار لإعلاء كلمة الله والإستعداد له والعمل في سبيله.
Jihad merupakan top, puncak perjuangan dan usaha seorang muslim untuk mempertahankan agamanya.
 انفروا خفافًا وثقالاً وجاهدا بأموالكم وأنفسكم في سبيل الله ذلك خير لكم إن كنتم تعلمون (التوبة : 41)
Beberapa usaha dan jihad yang harus dilakukan untuk mempertahankan dan menghidupkan Islam dalam diri manusia dan lingkungannya diantaranya :

a.  Jihad melawan syetan
Yaitu makhluq Allah SWT yang selalu menggoda manusia (yang kena digoda) sepanjang hidupnya.
الذي يوسوس في صدور النّاس من الجِنّة والنّاس (النّاس : 5-6)
قال فيما أغويتني لأقعدن هم صراطَكَ المستقيمَ. ثمّ لآتينّهم من بين أيديهم ومن خلفهم وعن أيمانهم وعن شمائلهم ولا تجد أكثرهم شاكرين ( الأعراف : 16-17)
b.  Jihad melawan hawa nafsu
Yaitu melawan nafsu jahat pada diri kita sendiri yang selalu mendambakan keenakan, kebebasan dan keduniaan.
وما أبرّئ نفسي إنّ النفس لأمّارة بالسّوء إلاّ مارحم ربّي، إنّ ربّي غفور رحيم (يوسف : 53)

c.  Jihad melawan orang kafir
Yaitu mereka yang tidak percaya kepada Allah SWT, menghalang-halangi Islam, bahkan mempengaruhi orang-orang Islam untuk tidak beragama Islam, dengan segala macam cara (ini adalah musuh yang terang-terangan).
وقاتلوهم حتّي لاتكون فتنة ويكون الدّين كلّه لله فإن انتهوا فإن الله بمايعملون بصير (الأنفال : 39)
وقاتلوا في سبيل الله الّذين يقاتلونكم ولاتعتدوا (البقرة : 19)
قال رسول الله ص.م. : جاهدوا المشركين بأموالكم وأنفسكم وألسنتكم (بقدر الإستطاعة) )صحيح رواه أبوداود(


d.  Jihad melawan orang munafik
Mereka adalah musuh Allah dan kaum muslimin, yang pura-pura dan menyamar sebagai orang muslim (musuh dalam selimut), sangat membahayakan dan sulit untuk dihilangkan, sampai-sampai kelompok ini sangat disiksa oleh Allah. Adapun jihad melawan orang munafik ini haruslah dengan lisan atau pembicaraan.
إنّ المنافقين يخادعون اللهَ وهو خادعهم (النساء : 143)
إنّ المنافقين في درك الأسفل من النار (النساء : 145)
ياآيها النبيّ جاهد الكفّار والمنافقين واغلظ عليهم ومأواهم جهنّم وبئس المصير (التوبة : 73)

Semoga Allah SWT selalu memberi petunjuk kepada kita dan selalu mengaruniai kekuatan lahir dan batin untuk berjuang menegakkan agama Allah SWT. Amiin. v



Nyantri di Bulan Ramadhan

Menyantri di Pondok Pesantren atau mondok, disertai dengan mengaji dan tholabul 'ilmi (mencari ilmu) sambil berpuasa dan mengikuti sunnah-sunnahnya banyak mendapatkan pahala yang berlipat ganda, asal diniati ibadah lillahi ta'ala (karena Allah SWT), sungguh-sungguh, ikhlas dan mengikuti syarat dan rukunnya.
Sesuai dengan petunjuk Allah SWT dan tuntunan Rasulullah SAW, sebagai berikut :
a. Dengan berpuasa, kita menjadi seorang yang bertaqwa, dan dihapus semua dosa-dosa yang
    terdahulu.
اآيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَاكُتِبَ عَلَي الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلََّكُمْ تَتَّقُوْنَ (البقرة:183)
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (الحديث)

b. Dengan bersembahyang tarawih, dosa kita yang lampau juga dihapus oleh Allah SWT.
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَلَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (الحديث)

c. Dengan membaca Al-Qur'an, Allah akan memberikan safa'at-Nya pada hari
   kiamat.
إِقْرَؤُوْا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ اْلقِيَامَةِ شَفِيْعًا ِلأَصْحَابِهِ (رواه مسلم)

d. Dengan niatan keluar dari rumah untuk mencari ilmu, maka pahalanya seperti orang yang berjihad fi sabilillah (berjuang di jalan Allah SWT)

مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ فَهُوَ فِي سَبِيْلِ الله ِحَتَّي يَرْجِعَ (رواه الترميذي)
e. Dengan menelusuri jalan untuk mencari ilmu Allah SWT, memudahkan baginya jalan ke surga.
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ الله ُلَهُ طَريِْقًا إِلَي الْجَنَّةِ (رواه مسلم)
f. Mencari ilmu disertai dengan meningkatkan iman, Allah SWT akan mengangkat derajatnya di dunia dan akhirat.

يَرْفَعِ الله ُالَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ اُوتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَات (المجادلة :11)
g. Dengan memahami agama berarti Allah SWT menghendaki kebaikan baginya.
مَنْ أَرَادَ الله ُبِهِ خَيْرًا يُفَقِّهُ فِي الدِّيْنِ (رواه البخاري)

h. Allah SWT mengabulkan do'a seorang musafir dan seorang yang sedang mencari ilmu.
ثَلاَثَةَ حَقٌّ عَلَي اللهِ أَنْ لاَيُرَدُّ لَهُمْ دَعْوَتَهُ : َالصَّائِمُ حَتَّي يُفْطِرُ، َاْلمَظْلُوْمُ حَتَّي يُنْصَرُ، َالْمُسَافِرُ حَتَّي يَرْجِعَ (رواه البزار مختصرا(
اَلصَّائِمُ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتَهُ (رواه الترميذي وحسنه)
i. Allah SWT akan menolong dengan pertolongan apa saja, bahkan akan menguatkan pendiriannya kalau berusaha menghidupkan agama Allah SWT dalam dirinya dan pada orang lain.
إِنْ تَنْصُرُوْا الله َيَنْصُرُكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ (محمد : 7)
j. Dengan memupuk subur ketaqwaan kita selama hidup, kapan dan di mana saja, Allah SWT akan memberikan rejeki apa saja tanpa disangka-sangka.
وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَيَحْتَسِبُ (الطلاق:2-3)
Dan sebenarnya masih banyak lagi pahala dan ganjaran yang akan kita dapatkan dengan mengikuti petunjuk Allah SWT dan tuntunan Rasulullah SAW ini. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan melipat gandakan pahala-Nya. Amiin. v



Kepribadian Ramadhan

Puasa Ramadhan diwajibkan oleh Allah SWT kepada beriman dengan tujuan utama agar kaum beriman itu hidup dalam kemuliaan di sisi-Nya. Syarat beriman adalah aqidahnya harus lurus (tidak boleh tercampur ataupun tercemar oleh keyakinan lain sekecil apapun). Sementara agar aqidah lurus secara terus menerus membutuhkan control ketat yang dinamakan taqwa. Disinilah nampaknya Allah SWT menyembunyikan hikmah terdalam dibalik perintah berpuasa Ramadhan. Ketaqwaan sebagai inti dari tujuan utama puasa Ramadhan “la allakum tattaqun”, sebagaimana terukir dalam Surat Al Baqarah ayat 183.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلىَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ. (البقرة:183)

Ini ternyata mengandung rencana besar agar para kaum beriman menemui dirinya dalam kemuliaan dan kesucian dalam naungan payung sejuk yang dinamakan taqwa.
Sungguh luar biasa kasih saying Allah kepada sekaliam hambanya di muka bumi, hingga karenanya, Dia berikan peluang dan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada semua orang agar berlomba-lomba menempa diri mencapai derajat tertinggi di sisi-Nya yang berjiwa unggul. Dibukanya berbagai kemudahan melalui berbagai saluran yang sangat memungkinkan untuk dilalui oleh semua hamba-Nya sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing. Inilah bukti kasih sayang dan keadilan-Nya.
Sejak hari pertama pintu Ramadhan dibuka, Dia telah berikan jaminan kepada hamba-Nya yang berpuasa dengan membuka dan mencurahkan rahmat-Nya. Di tengahnya Dia berikan jaminan berupa maghfirah (ampunan) untuk menyapu bersih semua noda-noda dosa para hamba-Nya yang taat hingga menemui keadaan suci bersih sebagaimana suci bersihnya bayi yang baru lahir dari rahim ibunya. Dan akhirnya dipenghujung Ramadhan para shaimin tadi dalam kondisi jiwa suci dari bentuk dosa dan noda, berjiwa yang kuat untuk mengemban amanat hidup dari Allah SWT. Hingga karena kemuliaan yang diperolehnya tersebut, Allah berikan jaminan seratus persen sebagai penghuni surga-Nya yang penuh dengan kenikmatan tiada tara.
Ramadhan, secara formal terjadi satu kali dalam setahun. Namun, Allah SWT ternyata masih saja memberikan kesempatan agar Ramadhan itu (secara maknawi) terjadi sepanjang tahun. Perintah-Nya lewat lisan Rasulullah SAW, agar kaum beriman melaksanakan puasa Syawwal (dengan jaminan pahala kebaikan sebanding dengan melakukan ibadah puasa Ramadhan sepanjang tahun). Inilah yang jelas-jelas menunjukkan informasi tegas, bahwa Allah SWT memang menghendaki agar para hamba-Nya yang beriman berkepribadian Ramadhan, yaitu menekan nafsu rendah, bersabar menghadapi hidup, memberikan kemanfaatan kepada sesama, memperbanyak i’tikaf, tadarus Al Qur’an, dll.
Hamba Allah yang berhasil keluar dari Ramadhan dan berhasil pula menjadikan Ramadhan sebagai kepribadiannya pasti akan menyosok sebagai figur bertaqwa kepada Allah (muttaqin). Dan kepribadian hamba-hamba-Nya yang mulia ini nampak jelas dalam sikapnya, antara lain :

1. Kuat imannya.

Karena didorong oleh aqidahnya yang kuat, maka akan berpengaruh pada kuatnya ia ber-Islam. Islamnya menjadi total (kaffah alias sempurna).
أُدْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَافَةً وَلاَتَتَّبِعُوْا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ (البقرة:208)
وَمَاآتَاكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَانَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْا (الحشر:7)
أَطِيْعُوْا اللهَ وَأَطِيْعُوْا الرَّسُوْلَ وَأُولِِي اْلأمْرِ مِنْكُمْ (النساء:59)
Dan perlu kita ingat bahwa berangkat dari aqidah ini, banyak kaum muslimin yang terjebak dalam cara memeluk Islam yang keliru. Logikanya, Islam yang tidak kuat dipeluk muslim, maka otomatis aqidahpun tidak akan kuat (rapuh). Ketika aqidah rapuh, maka berbagai kemungkinan robohnya keIslaman yang dipeluknya akan sangat mudah terjadi. Dan tak ada jawaban lain, kecuali yang bersangkutan harus menjadi seorang yang ingkar kepada-Nya alias kafir. Orang mengira bahwa hidup dengan berbagai aktifitasnya tetap dibawah kehendak Allah SWT, padahal yang mereka lakukan hanyalah kesia-siaan. Allah tegaskan hal ini dalam firman-Nya :

والذين كفروا أعمالهم كشراب بقيعة يحسبه الظمأن ماء حتى إذا جاءه لم يجده شيئا ووجدالله عنده فوفه حسابه والله سريع الحساب. (النور:39)
Karena kuatnya pengaruh lingkungan yang sudah tidak kondusif lagi, maka kemungkinan aqidah kaum muslimin gado-gado menjadi sangat mudah terjadi. Pengaruh lingkungan itu bisa berupa materi maupun pengaruh ilmiah. Keduanya (materi dan ilmiah) yang dominant menjadi sikap hidup seseorang akan mengalahkan keimanan. Bahkan sangat dimungkinkan akan menjadi musuh keimanan seseorang. Pengaruh ilmiah, misalnya, dalam wujud pemahaman Islam liberal (bebas tanpa batas), sebagaimana terjadi akhir-akhir ini yang kita ikuti perkembangannya, justru menghujat beberapa ajaran Islam itu sendiri. Sementara pemahaman liberal itu sudah membuat kita merinding, kita dibuat bertambah merinding lagi manakala melihat pelaku-pelakunya adalah orang-orang yang mengaku ber-Islam. Pantas jika Al Qur’an menyerukan, bahwa di hari akhir nanti hanya sedikit kaum yang mengaku muslim diantara jutaan mereka yang bisa menjadi calon penghuni surga. Sebagaimana firman-Nya :

ثلة من الأولين و قليل من الآخرين (الواقعة:13-14)

2. Kuat ibadahnya

Orang-orang yang berhasil keluar dari Ramadhan dalam semangat iman dan ihtisab, akan sangat nampak semakin ta’atnya mereka menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan-kebiasaan beribadah yang dilakukannya sepanjang Ramadhan, seperti : qiyamul lail, tadarus Al Qur’an, i’tikaf di masjid, dll. Dan semangat ber-ramadhan yang baik (iman dan ihtisab) tadi akan menorehkan atsar (pengaruh) yang sangat dalam di dalam jiwanya, hingga kebiasaan-kebiasaan beribadah itu benar-benar telah menyatu di dalam dirinya.

وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَيَحْتَسِبُ (الطلاق : 2-3)
إِنْ تَنْصُرُوْا الله َيَنْصُرُكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ (محمد:7)
أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِي فَلْيَسْتَجِيْبُوْالِى واْليُؤْمِنُوْا بِي (البقرة:186)

3. Kuat akhlaknya

Pembiasaan berakhlak Rabbany (dengan meniru akhlak Allah SWT), misalnya kasih sayang, pemaaf, semangat berbagi kebahagiaan, dan seterusnya, meninggalkan atsar yang cukup berkesan pada jiwanya, hingga sikap hidupnya selalu mencerminkan seorang yang selalu mencerminkan seorang yang berakhlak mulia. Oleh-oleh Ramadhan berupa jiwa taqwa kepada Allah SWT, jelas akan menjadi senjata paling ampuh untuk mempertahankan kemuliaan diri di hadapan-Nya, mengingat empat musuh berat yang selalu mengintainta, yaitu :
a. Setan. Dimana takkan pernah berhenti untuk memperdaya manusia, terutama kaum beriman, agar meninggalkan Allah dan Rasul-Nya.

إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلإِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا (الإسراء:53)

b. Hawa nafsu. Dimana dengan kekuatan merusaknya selalu mengajak kita untuk berjalan di jalan yang bukan jalan Allah SWT.

إِنَّ النَّفْسَ لآمَّارَةٌ بِالسُّوْءِ إِلاَّ مَارَحِمَ رَبِّى (يوسف:53)

c. Nifak. Dimana aspek ini sangat mungkin menjebak kita melalui tipu daya dalam diri kita (musuh dalam selimut) dengan berbagai cara. Ketika kita mengetahui kebenaran dan pada saat yang sama kita ternyata tidak mau melakukannya, berarti kita telah tergoda oleh musuh iman yang namanya nifak ini.
إِنَّ اْلمُنَافِقِيْنَ يُخَادِعُوْنَ الله َ وَهُوَ خَادِعُهُمْ (النساء:143)

d. Kufar. Dimana orang-orang yang selalu ingkar kepada Allah ini akan selalu menghalangi kita dari jalan Allah SWT dengan berbagai bentuk dan cara. Dan cara untuk menghadapinya haruslah dengan jihad dalam pengertian yang luas, yakni bekerja keras untuk kepentingan Islam.

وَقَاتِلُوْا فِى سَبِيْلِ اللهِ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ وَلاَتَعْتَلُوْا (البقرة:190)

vvv












Anak Cucu Idaman


Setiap orang muslim adalah mukallaf. Artinya dibebani oleh Allah SWT dengan berbagai ibadah dan kewajiban, diantaranya adalah kewajiban perkawinan atau hidup berkeluarga.
Diantara tujuan utama perkawinan adalah untuk memperoleh anak cucu atau keturunan yang baik dalam rangka melanjutkan perjuangan orang tuanya, masyarakat, negara dan agama.
Sesuai dengan petunjuk Allah SWT dan tuntunan Rasulullah SAW, agar kita mendapatkan anak cucu idaman (dzurriyyah thayyibah), insya Allah bisa dicapai dengan beberapa hal berikut :

1. Berdo’a kepada Allah SWT untuk mendapatkan istri dan anak cucu yang baik (qurrata a’yun).

Keturunan idaman dalam bahasa Al Qur’an adalah qurrata a’yun, penyenang hati atau bisa disebut juga keturunan yang taat. Yaitu keluarga yang di dalamnya diselimuti kebahagiaan, didasari dengan ketaqwaan dan ketaatan beribadah kepada Allah SWT. Dalam Al Qur’an do’a tersebut sebagaimana tertera pada surat Al Furqon ayat 74.
رَبَّنَاهَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا (الفرقان:74)

2. Menjadikan diri orang tua sebagai contoh dan teladan bagi orang-orang yang bertaqwa (imaman li  al-muttaqin).

Dalam Al Qur’an disebutkan :
وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا (الفرقان:74)
Imaman li al-muttaqin yaitu manusia-manusia yang meneladani kebaikan orang tua tersebut, sehingga penghambaan mereka terus bersambung melalui penghambaan anak-anak dan keturunannya, dan perolehan hidayah merekapun memberikan manfaat yang besar kepada keturunannya. Perbuatan yang demikian mengandung pahala yang sungguh luar biasa besar kebaikannya, dan akan terus turun temurun.
Ketaqwaan anak sangat dipengaruhi oleh ketaqwaan orang tuanya, tarbiyah (pendidikan) dan akhlak dalam rumah tanggapun juga demikan. Sebab keberhasilan pendidikan anak akan sangat dirasakan dalam kehidupan orang tua di dunia dan akan menjadi simpanan amal kebaikan di akherat. 
Bagaimana anak memasukkan ayah dan ibunya ke dalam surga? Mari kita dengarkan jawaban dari Rasulullah SAW dalam hadits Qudsi, Imam Ahmad meriwayatkan dari sebagian sahabat Nabi SAW, bahwa beliau bersabda :
يُقَالُ لِلْوَالِدَيْنِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ : أُدْخُلُوْا الْجَنَّةَ. قَالَ : فَيَقُوْلُوْنَ : يَارَبِّ، حَتىَّ يَدْخُلَ آبَاؤُنَا وَ أُمَّهَاتُنَا، قَالَ : فَيَأْتُوْنَ. قاَلَ : فَيَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَ جَلََّ : مَالِي أَرَاهُمْ مُحْبَنْطِئِيْنَ، أُدْخُلُوْا الجَنَّةَ، قَالَ : فَيَقُوْلُوْنَ : يَا رَبِّ، آبَاؤُنَا وَ أُمَّهَاتُنَا. قَالَ : فَيَقُوْلُ : أُدْخُلُوْا اْلجَنَّةَ أَنْتُمْ وَ آبَاؤُكُمْ. (رواه أحمد)
“Diperintahkan kepada anak-anak di surga: “Masuklah ke dalam surga.” Mereka menjawab: “Wahai Rabbku (kami tidak masuk) hingga bapak dan ibu kami masuk (terlebih dahulu).” Ketika mereka (bapak dan ibu) datang, maka Allah SWT berfirman kepada mereka:”Aku tidak melihat mereka terhalang. Masuklah kalian ke dalam surga.” Mereka mengatakan: “Wahai Rabbku, bapak dan ibu kami?” Allah berfirman: “Masuklah ke dalam surga bersama orang tua kalian.” (HR. Ahmad).

3. Harus ada kesamaan agama, ide dan cita-cita antara ayah ibu, bahkan kalau perlu pandangan hidup atau cara mendidik.
 
Allah menceritakan aneka nikmat yang dianugerahkan kepada hamba-hambNya, diantaranya bahwa Dia menjadikan bagi meraka istri-istri dari jenis dan sosok yang sama yaitu dari mereka sendiri. Andaikata Dia memberi istri-istri dari jenis lain, maka tidaklah akan terwujud kasih sayang dan cinta kasihNya. Dia menciptakan makhluk manusia terdiri atas laki-laki dan perempuan yang berpasang-pasangan, lalu Dia menciptakan anak dan cucu dari perkawinan mereka.  
وَالله ُجَعَلَ لَكُمْ مِّنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَّجَعَلَ لَكُمْ مِّنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِيْنَ وَحَفَدَةً (النحل:72)

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa yang dimaksud “baniina wa hafadah” adalah : Allah menciptakan anak-anakmu sehingga mereka dapat melayanimu, mengerjakan urusanmu, membantumu dan berkhidmat kepadamu.
Sebuah keluarga sakinah dibangun dengan agama yang sama (Islam), pandangan hidup yang sama, cara mendidik bahkan cita-cita yang sama untuk mencari ridla Allah semata.

4. Anak cucu dipersiapkan dengan bekal yang cukup, seperti agama, ilmu pengetahuan, ketrampilan hidup (lahir dan batin).

Allah SWT menyeru kepada segenap orang tua untuk mempersiapkan kepada anak cucu mereka bekal dan keahlian yang cukup, salah satu misal ketrampilan dan politik perang untuk memerangi kaum kafir, sebagaimana tertera dalam surat Al-Anfal ayat 60.
وَاَعِدُّوْا لَهُمْ مَاسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ (الأنفال:60)

 Imam Muslim meriwayatkan bahwa Uqbah bin Amir berkata : 
سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهَِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ وَهُوَ عَلىَ المْنِبْرِ: وَأَعِدُّوْا لَهُمْ مَااسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ، أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ أَلاَ أَنَّ اْلقُوَّةَ الرَّمْيُ. (رواه مسلم و أبو داود و ابن ماجة)
Aku mendengar Rasulullah SAW, ketika Beliau diatas mimbar bersabda: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kau sanggupi. Ketahuilah, kekuatan itu adalah memanah. Ketahuilah kekuatan itu adalah memanah.” (HR. Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah). 
 Imam Ahmad juga meriwayatkan dari Uqbah bin Amir, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
ارْمُوْا وَارْكَبُوْا وَإِنْ تَرْمُوْا خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَرْكَبُوْا.
“Memanahlah dan berkendaraanlah. Memanah adalah lebih baik dari pada berkendaraan.”

Pada zaman kita ini yang harus kita persiapkan untuk anak cucu kita adalah: pendidikan dan pengetahuan di bidang agama, teknologi informasi, sosial politik dan lain sebagainya sejalan dengan perkembangan zaman, selama tidak melanggar nash-nash Al Qur’an dan Sunnah.

5. Harus dijaga dari segala macam pengaruh yang menyebabkan masuk ke api neraka (Al wiqoyah min an-naar).

Allah berfirman dalam Al Qur’an :
قوا أنفسكم وأهليكم نارا (التحريم : 6)

Hak orang tua muslim terhadap keluarganya adalah penjagaan dari api neraka yang meliputi :
a. Menyeru mereka untuk taat / taqwa kepada Allah.
b. Menyeru mereka untuk meninggalkan segala macam bentuk dan jenis maksiat atau sesuatu yang menyebabkannya.
c. Menyeru mereka untuk berdzikir kepada Allah SWT.

Seperti sabda Rasulullah SAW :
مُرُوْا الصَبي بالصَلاَة إذا بلغ سبع سنين، فإذا بلغ عشر سنين فاضربوه عليها (رواه أحمد و أبو داود و الترمذي).
“Perintahlah anak-anak untuk shalat apabila mereka sampai tujuh tahun dan apabila sepuluh tahun (tidak shalat) pukullah dia karenanya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi).   

6. Harus diajak bersama-sama masuk surga, bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.

ادخلوا الجنة أنتم و أزواجكم تحبرون (الزخرف : 7)
Anak cucu idaman selalu memberikan keharmonisan bagi keluarga di dunia dan merupakan simpanan kebahagian yang akan terpetik di akhirat. Masuk surga bersama keluarga menikmati karunia yang dianugerahkan Allah, karunia yang belum pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terdetik dalam hati manusia.
Dalam Al Qur’an Allah menganjurkan kepada setiap muslim untuk selalu berdo’a untuk kebahagiaan keluarga di dunia dan akhirat serta menjauhkan dari api neraka.

ربنا آتنا في الدنيا حسنة و في الآخرة حسنة و قنا عذاب النار (البقرة : 201)  
Do’a ini sungguh menyimpan semua kebaikan dan menjauhkan semua kejelekan di dunia. Dimana kebaikan dunia itu bisa meliputi : kesehatan, rumah, istri, rezeki, ilmu yang bermanfaat, amal shaleh, dimudahkan dari berbagai macam permasalahan, jabatan yang terhormat, dll. Sedangkan kebaikan akhirat lebih tinggi derajatnya dari itu semua, yaitu berupa keselamatan dan kemudahan hisab hingga masuk surga. Adapun keselamatan dari api neraka memohon dilancarkan dari berbagai macam perkara yang menyebabkan tergelincir di dalamnya hal-hal seperti : menjauhi hal-hal yang diharamkan, perkara yang hukumnya syubhat dan haram.v    






































Untuk Anak-anakku

Nasehat yang benar hanyalah dari Allah SWT dan Rasulullah SAW. Beberapa inti yang kami dapatkan dan kami ajarkan dari Al Qur’an dan Al Hadits adalah sebagai berikut :
1. Tujuan hidup adalah ibadah.
وما خلقت الجن و الإنس إلا ليعبدون
Diantara ibadah yang paling utama adalah shalat, maka jaga terus, jangan lengah sampai akhir hayat.
أول ما يحاسب به العبد يوم القيامة الصلاة  ........   
2. Kehidupan akherat harus diutamakan, kehidupan dunia hanyalah sambilan, bahkan usahakan semua kegiatan dunia untuk akherat, dan jangan terbalik.
والآخرة خير و أبقى
وابتغ فيما آتاك الله الدار الآخرة
3. Camkan, dan selalu ingat dan jadikan landasan imanmu, bahwa rejeki apa saja yang diperoleh manusia adalah dari Allah. Maka harus dicari sesuai dengan sunnahNya, jangan menunggu nasib atau taqdir. 

وما من دابة في الأرض إلا على الله رزقها

4. Pasang dan surut dalam kehidupan, termasuk suka dan duka, mendapat rahmat atau musibah adalah sunnah Allah SWT. Tetap bersyukurlah dalam kesulitan, pelajari dan ambil manfaatnya, hingga kamu akan banyak mendapat keuntungan.

الأيام داء ولها دواء

5. Usahakan setiap harimu engkau beramal dan berbuat yang bermanfaat, jauhkan dari dosa, sebab qiyamah sughro (kematian) bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan, (siap bagaikan prajurit di barak menunggu komando).                                                               
يأتي بمنفعة    
لا تؤخر عملك إلى الغد


6. Jaga harga dirimu jangan sampai ternoda, jangan jadi pengemis tetapi jadilah pemberi, berusahalah untuk jadi orang kaya jasa, amal, ilmu dan harta, tetapi tetap bertaqwa kepada Allah SWT, insya Allah berbahagia di dunia dan akhirat.
إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق 
المؤمن القوي خير من المؤمن الضعيف

7. Dalam kehidupan bermasyarakat, adab sopan santun, budi pekerti atau akhlaq lebih berharga dari pada ilmu, harta, rupa dan pangkat. Oleh sebab itu selalu perbaiki budi pekertimu sejalan dengan kemajuanmu. Akhlaq yang bejat bisa celaka di dunia dan akherat. Ingat !
8. Kamu dan keluargamu harus baik segala-galanya, dunia dan akherat, ilmu dan masa depan, insya Allah masyarakatmu akan menjadi baik.

قو أنفسكم وأهليكم نارا

9. Agama Islam bersumber dari Al Qur’an dan Al Hadits, bukan kegiatan masyarakat atau lingkungan. Berpeganglah pada ajaran agama yang benar, jangan fanatik dan taklid buta, berfikirlah yang benar dan bersih. Sekali-kali jangan ikuti yang salah walaupun banyak pengikutnya. Islam itu untuk semua manusia sejagat.
لوكنا نسمع أو نعقل ما كنا في أصحاب السعير.
ولا تقف ما ليس لك به علم.
10. Perjuanganmu untuk agama Allah, dan perjuangan untuk kemajuan umat adalah hakekat harga dirimu dan imanmu. Allah dan manusia akan menghargaimu.
11. Kamu adalah anakku yang terdepan, kami ikhlaskan semua pendidikan Islam yang ada di sini untukmu, dan tetap berbaktilah kepada orang tuamu sepanjang masa, dan muliakan sampai akhir hayatnya.
12. Kami titipkan pondok ini padamu. Ini adalah jariyah umat, termasuk jerih payahmu, dan sebagai saksi tempatmu mencari ilmu. Maka maju mundurnya juga ada di tanganmu. Selamat berjuang, semoga berhasil baik di dunia dan akherat. Ya Allah selamatkan kami dan anak kami ini, dari segala godaan dan tunjukkan ke jalan Engkau dan berkahilah !

Amiin Ya Robbal ‘Alamiin !





























































IBADAH KEPADA ALLAH SWT


Tujuan hidup seorang muslim adalah hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.
 وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ (الذاريات:56)
Beribadah kepada Allah SWT sepanjang hidup, sampai ajal datang.
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ اْليَقِيْنَ (الحجر:99)
Ibadah hanya ditujukan kepada Allah SWT semata, yaitu pencipta kita dan manusia terdahulu.
يَآيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِىْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ (البقرة:21)

Dalam beribadah tidak boleh mendua hati (syirik) sedikitpun.
وَاعْبُدُ الله َوَلاَ تُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئًا (النساء:36)

Beribadah harus betul-betul ikhlas Lillahi ta'ala, karena syetan selalu menghalang-halanginya.
قَالَ رَبِّ ِبمَآ أَغْوَيْتَنِىلَأُزَّيِنَنَّ لَهُمْ فى اْلأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِيْنَ * إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْن (الحجر:39-40)

Harus selalu diingat bahwa syetan adalah musuh utama manusia dalam beribadah.
أَنْ لاَ تَعْبُدُوْا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِيْنٌ (يس:60)

Sholat adalah standar ibadah yang terpenting untuk mengingat Allah SWT, karena merupakan salah satu rukun islam yang lima.
إِنَّنِى أَنَا الله ُ لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا فَأعْبُدْنِى وَأَقِمِ الصَّلاَةَ لِذِكْرِى (طه:14)
Mencari rezeki harus dari sisi Allah SWT, beribadah kepada Allah semata, dan disertai syukur kepada –Nya.
فَابْتَغُوْا عِنْدَ اللهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوْهُ وَاشْكُرُوْلَهُ (العنكبوت:17)
Surga hanya disediakan khusus untuk hamba Allah SWT yang bertaqwa.
تِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِى نُوْرِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَنْ كَانَ تَقِيًّا (مريم:63)
 


MENGETAHUI ALLAH SWT

Allah SWT yang memulai penciptaan semua makhluk dan kepada-Nya akan kembali. Tidak ada sesuatu yang terjadi dengan sendirinya kecuali atas kehendak Allah SWT.
اَلله ُيَبْدَؤُااْلخَلْقَ ثُمَّ يُعِيُدُهُ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ (الروم:11)
Dia (Allah SWT) pencipta segala sesuatu, tidak ada Tuhan selain Dia.
ذَلِكُمُ الله ُرَبُّكُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّهُوَ خَالِقُ كُلِّ شَيْئٍ فَاعْبُدُوْهُ (الأنعام:102)
Allah SWT yang menciptakan manusia dan yang memberi rizqi dan yang mematikannya.
اَلله ُالَّذِى خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ (الروم:40)
Allah SWT yang memiliki kerajaan di langit dan di bumi dan berkuasa atas tiap-tiap sesuatu.
وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ* وَالله ُعَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
(ال عمران:189)
Allah SWT yang menghidupkan dan yang mematikannya.
وَالله ُيُحْيِى وَيُمِيْتُ (ال عمران:156)


Allah SWT yang Maha mengetahui dan manusia tidak mengetahui.
وَالله ُيَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَتَعْلَمُوْنَ (البقرة:232)
Siapa saja yang dikehendaki Allah SWT mendapat petunjuk, menerima Islam dengan lapang dada. Contohnya Bilal. Dan siapa saja yang dikehendaki Allah SWt tersesat menerima Islam dengan sesak dada, seperti: Abu Lahab, Abu Jahal, Abu Tholib dan lain sebagainya.
فَمَنْ يُرِدِ الله ُأَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِْلإِسْلاَمِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ (الأنعام:125)
Bagi mereka yang beriman akan mendapatkan surga, sedangkan bagi mereka yang pura-pura percaya (munafiq) bahkan tidak percaya (kafir) akan dibalas dengan dimasukan ke dalam Neraka.
وَعَدَ الله ُاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِى مِنْ تَحْتِهَا ْالأَنْهَارُ (التوبة:72)
وَعَدَ الله ُاْلمُنَافِقِيْنَ وَاْلمُنَافِقَاتِ وَاْلكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ (التوبة:68)



PETUNJUK ALLAH SWT

Petunjuk = Pedoman = Penerangan = Jalan yang lurus
Petunjuk Allah SWT adalah kekal dan merupakan petunjuk yang benar.
إِنَّ هُدَى اللهِ هُوَ اْلهُدَى (البقرة:120)
Petunjuk Allah SWT terkumpul dalam Al-Qur'an. Tidak perlu diragukan lagi, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.
ذَلِكَ اْلكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيْهِ هُدًى لِلْمُتَّقِيْنِ (البقرة:2)
Setiap hari harus selalu mohon petunjuk Allah SWT lewat sembahyang, sunnah atau dengan berdo'a.
إِهْدِنَا الصِّرَاطَ اْلمُسْتَقِيْمَ (الفاتحة:6)
Sepandai apa manusia tidak mampu membuka hati manusia untuk mendapat petunjuk, bisa jadi hanya sebagai perantara, sedangkan pembuka utama hanyalah Allah SWT. Ingat kematian Abu Tholib.
إِنَّكَ لاَتَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ الله َيَهْدِى مَنْ يَشَآءُ (
Siapa saja yang dikehendaki Allah SWT mendapat petunjuk-Nya, hatinya lapang untuk menerima Islam. Tetapi sebaliknya, bagi yang dikehendaki Allah SWT tersebut sulit sekali diajak masuk Islam.
فَمَنْ يُرِدِ الله ُأَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِْلإِسْلاَمِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ (الأنعام:125)
Banyak orang yang membantah Allah SWT, tetapi tidak didasari kebenaran ilmu dan petunjuk serta bukti Al-Qur'an yang jelas.
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِى اللهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلاَهُدًى وَلاَكِتَابٍ مُّنِيْرٍ (لقمان:20)
Mereka yang selalu mohon petunjuk Allah SWT semakin ditambah dan semakin bertaqwa.
وَالَّذِيْنَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَهُمْ تَقْوَاهُمْ (محمد:17)






























Tadarrusul Qur'an
MANUSIA ADALAH MAKHLUK ALLAH YANG TERBAGUS
Oleh : Drs. KH. Muhammad Ma’shum Yusuf *
(Pimpinan Pondok Modern Arrisalah Slahung Ponorogo)



1. Yang perlu diingat bahwa manusia berangkat tidak ada dan Allah SWT yang baru menciptakan.1)
2. Allah SWT yang memulai penciptaannya dari tanah liat  (Nabi Adam AS sebagai manusia
    pertama).2)
3. Setelah itu penciptaan manusia dari sperma (nutfah) dan bahkan melawan penciptaan-Nya.3)
4. Secara fisik manusia adalah makhluk Allah SWT yang terbagus tetapi juga mempunyai sifat-sifat lain yang sangat menonjol (4), diantaranya:
   a. Dijadikan bersifat lemah.5)
   b. Dalam keadaan susah payah.6)
   c. Selalu keluh kesah lagi kikir.7)
   d. Suka tergesa-gesa atau ngebat dan kurang sabar.8)
   e. Makhluk yang paling banyak membantah.9)
   f. Benar-benar melampaui batas.10)
   g. Sangat ingkar dan tidak berterima kasih.11)
   h. Sangat cinta harta sehingga bakhil.12)
   i. Selalu bermusuhan dengan syetan.13)
5. Karena manusia lahir diciptakaan oleh Allah SWT dengan perantara kedua orang tua, maka Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk berbakti dengan sebaik-baiknya kepada kedua orang tua dan selau berdo'a kepada Allah SWT memohon kebaikan untuk keduanya.


_________________________________
1. قَالَ كَذَلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَىَّ هَيِّنٌ وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلمَ ْ تَكُ شَيْئًا (مريم: 9)
2. وَبَدَأَ خَلْقَ اْلإِنْسَانِ مِنْ طِيْنٍ (السجدة:7)
3. وَخَلَقَ اْلإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَخَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ (النحل:4)
4. لَقَدْ خَلَقْنَا اْلإِنْسَانَ فِى أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ (التين:4)
5. وَخُلِقَ اْلِإنْسَانُ ضَعِيْفاً (النساء:28)
6. لَقَدْ خَلَقْنَا اْلإِنْسَانَ فِى كَبَدٍ (البلد:4)
7. إِنَّ اْلإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًا (المعارج:19)
8. وَكَانَ اْلإِنْسَانُ عَجُوْلاً (الإسراء:11)
9. وَكَانَ اْلإِنْسَانُ أَكْثَرُ شَيْئٍ جَدَلاً (الكهف:54)
10. إِنَّ اْلإِنْسَانَ لَيَطْغَى (العلق:6)
11. إِنَّ اْلإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُوْد (العاديات:6)
12. وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيْدٍ (العاديات:8)
13. إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْناً (الإسراء:53)
14.- وَوَصَّيْنَا اْلإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا (العنكبوت:8)
                - رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَّيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ (النمل:27)








Tadarrusul Qur'an
CARA SYETAN UNTUK MENIPU MANUSIA
Oleh : Drs. KH. Muhammad Ma’shum Yusuf *
(Pimpinan Pondok Modern Arrisalah Slahung Ponorogo)



1. Agar tidak usah menjadi seorang muslim yang sepenuhnya (100%).1)
2. Kalau mau makan tidak usah perduli makanan itu halal atau haram yang penting berusaha atau kenyang.2)
3. Menakut-nakuti menjadi miskin karena mengeluarkan harta untuk kewajiban agama seperti: zakat, jariyah, shodaqoh atau haji adan menyuruh kejahatan.3)
4. Kalau ada pertemuan diantara dua orang laki-laki dan perempuan, syetan selalu membisikkan perkara aurat, sehingga terjerumus ke dalam nafsu rendahan.4)
5. Membujuk seseorang dengan kata-kata yang menggiurkan.5)
6. Menggerakan empat aktivitas kemungkaran yaitu minum arak (khamr), perjudian, penyembahan berhala dan segala macam undian.6)
7. Membuat permusuhan dan kebencian dalam kejahatan , khamr dan perjudian serta menghalang-halangi seseorang untuk berdzikir kepada Allah dan sholat.7)
8. Mengajak bergaya hidup boros.8)
9. mengajak manusia makan riba.9)


_______________________
1.      أُدْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَافَةً وَلاَتَتَّبِعُوْا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ (البقرة:208)
2.      كُلُوْامِمَّا فِى اْلأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّباً وَلاَتَتَّبِعُوْا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ (البقرة:36)
3.      اَلشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ اْلفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِاْلفَخْشَاءِ (البقرة:368)
4.      فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِىَ لَهُمَا مَاوُرِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْءَتِهِمَا (الأعراف:20)
5.      وقال: مانها كما ربكما عن هذه الشجرة إلاَّ أن تكونا ملكين أوتكونا من الخالدين،وقاسمهما إني لكما لمن الناصحين (
6.      إنما الخمر والميسر والأنصاب والأزلام رجس من عمل الشيطان (المائدة:80)
7.      إنما يرد الشيطان أن يوقع بينكم العداوة والبغضاء في الخمر والميسر ويصدكم عن ذكر الله وعن الصلاة (.....
8.      إن المبذرين كانوا إخوان الشياطين (الإسراء:27)
9.      الذين يأكلون الربا لايكومون إلاَّ كما يكوم الذِّي يتخبته الشيطان من المس (البقره:285) 

















Tadarrusul Qur'an
HAKEKAT SYETAN
Oleh : Drs KH Muhammad Ma'shum Yusuf*
(Pengajar di  Pondok Modern Arrisalah Slahung Ponorogo)

1.      Syetan adalah makhluk Allah SWT yang ingkar (kafir) kepada-Nya.1)
2.      Syetan adalah makhluk Allah SWT yang durhaka terhadap-Nya.2)
3.      Syetan adalah makhluk Allah SWT yang dirajam.3)
4.      Syetan adalah makhluk Allah SWT yang terusir, sombong, dan hina.4)
5.      Syetan adalah makhluk Allah SWT yang ditangguhkan hidupnya sampai hari kebangkitan.5)
6.      Syetan adalah makhluk Allah SWT yang mengajak manusia masuk Neraka Sya'ir.6)
7.      Syetan berkehendak untuk menyesatkan manusia sejauh mungkin.7)
8.      Syetan tidak akan menolong manusia.8)
9.      Syetan adalah musuh utama manusia.9)
10.  Sebelum membaca Al-Qur'an bacalah ta'awudh   أعوذ باللهِ من الشيطان الرجيم .10)
11.  Sesungguhnya tipu daya syetan itu lemah, maka jangan sampai menyembah syetan dan selalu memohon kepada Allah SWT dari segala macam gangguan syetan yang terkutuk.11)

___________________________
1.      وما كان الشيطان لربه كفورًا (الإسراء:27)
2.      إن الشيطان كان للرحمن عصيًّا (مريم:45)
3.      وحفظناها من كلِّ شيطان رجيمٍ (الحجر:17)
4.      قال فأهبط منها فما يكون لك أن تتكبر فيها فأخرج إنَّكَ من الصاغرين (
5.      قال انظرني إلي يوم يبعثون
قال إنك من المنظرين
6.      أولوكان الشيطان يدعوهم إلي عذاب السعير (لقمان:21)
7.      ويريد الشيطان أن يضلَّهم ضلاَ لاً بعيدًا (النساء:60)
8.      وكان الشيطان للإنسان خدولاً (الفرقان:29)
9.      إن الشيطان كان للإنسان عدوًّا مُبِيْنًا (الإسراء:53)
10.  فإذا قرأت القرآن فاستعد بالله من الشيطان الرجيم (النحل:98)
11.- إن كيد الشيطان كان ضعيفًا (ال عمران:76)
     - ياابت لاتعبد الشيطان (الكهف:44)
     - رب أعوذبك من همزات الشياطين (المؤمنون:97)















Tadarrusul Qur'an
NERAKA
Oleh : Drs KH Muhammad Ma'shum Yusuf*
(Pimpinan  Pondok Modern Arrisalah Slahung Ponorogo)


            Neraka adalah tempat penyiksaan bagi orang-orang jahat dan kafir.
A. Keadaan Neraka dan penyiksaannya diantaranya :
1. Neraka itu kayu bakarnya manusia dan bebatuan.1)
2. Sekali masuk tidak bias keluar.2)
3. Berada dalam neraka selama-lamanya.3)
4. Atas dan bawah neraka berlapis-lapis api.4)
5. Penyiksaan dengan pembakaran diatas perak, dibakar dahinya, lambungnya dan punggungnya.5)
6. Mereka dibolak-balik wajahnya di neraka dan mereka berteriak :"Alangkah baiknya kami taat kepada Allah SWT dan Rosul-Nya".6)
7. Setelah dibakar masak diganti dengan kulit yang lain supaya merasakan siksaan.7)

B. Penghuni Neraka. Diantaranya :
1. Orang-orang kafir dan orang yang membohongkan tanda-tanda kebesaran Allah SWT.8)
2. Orang-orang yang berbuat dosa dan diliputi dengan penuh dosa.9)
3. Orang-orang yang berbuar dholim (aniaya).10)
4. Orang-orang yang munafik (berwajah dua).11)
5. Orang-orang fasik (kafir).12)
    Orang-orang musyrik (menyekutukan Allah SWT).13)

____________________________
#. النار هي دار الفجار والكافرين
1.      فاتقوا النار التي وقودها النار والحجارة (البقرة:24)
2.      وماهم يخارجين من النار (البقرة:164)
3.      وألئك أصحاب النار هم فيها خالدون 0البقرة:218)
4.      لهم من فوقهم ظلل من النار ومن تحتهم ظلل (الزمر:16)
5.      يوم يحمى عليها في نار حهنّم فتكوي بها جباههم وجنوبهم وظهورهم (التوبة:35)
6.      يوم تقلّب وجوههم في النار يقولون ياليتنا أطعنا الله والرسولاً (الأحزاب:66)
7.      إن الذين كفروا سوف نصلهم نارا كلّما نض         جت جلودهم بدلناهم جلودا غيرها ليذوقوا الهذاب (النساء:56)
#. أصحاب النار، منهم :
8.      والذين كفروا وكذبوا بآياتنا أولئك أصحاب النار (البقرة:39)
9.      بلي من كسب سيّئةً وأحاطت به خطيئته فأولئك أصحاب النار (البقرة:81)
10.  ونقول للذين ظلموا ذواقوا عذاب النار التي كنتم بها تكذبون (سباء:42)
11.  إن المنافقين في درك الأسفل من النار (النساء:145)
12.  وأما الذين فسقوا فمأواهم النار (السجدة:20)
13.  إنه من يشرك بالله فقد حرّم الله عليه الجنّة ومأواه النار (المائدة:72)








Tadarrusul Qur'an
SURGA
Oleh : Drs KH Muhammad Ma'shum Yusuf *
(Pimpinan Pondok Modern Arrisalah Slahung Ponorogo)




            Surga adalah tempat orang-orang yang berbuat kebajikan dan orang-orang yang bertaqwa.
A. Gambaran umum tentang Surga.
1. Luasnya seluas langit dan bumi.1)
2. Para penghuninya bersenang-senang dalam kehidupannya.2)
3. Apa yang ada di dalamnya benar, sebagaimana allah SWT janjikan di dalam Al-Qur'an.3)
4. Tidak ada sesuatu yang menakutkan, artinya segala sesuatu serba menyenangkan penghuninya.4)
5. Di dalamnya terdapat tempat-tempat singgah yang indah  dan dibawahnya mengalir berbagai sungai serta kekal didalamnya.5)

B. Para Penghuni Surga, diantaranya:
1. Orang-orang yang bertaqwa.6)
2. Orang-orang yang beriman dan beramal sholeh.7)
3. Siapa saja yang taat kepada Allah SWT dan taat kepada Rosul-Nya.8)
4. Mereka yang selalu menjaga sholatnya.9)
5. Mereka yang berjuang dan tabah.10)
6. Siapa saja yang mampu menahan nafsu jahatnya.11)

­­­­­­­­­____________________________
#. الجنّة هي دار الأبرار والمتقين.أحوالها
1.      وسارعوا إلي مغفرة من ربكم وجنة عرضها السماوات والأرض (ال عمران:133)
2.      إن أصحاب الجنة اليوم في شغل فاكهون (يس:55)
3.      ونادي أصحاب الجنة أصحاب النار أن قد وجدنا ما وعدنا ربنا حقا (الأعراب:33)
4.      أدخلوا الجنة لا خوف عليكم ولا أنتم تحزنون (الأعراف:39)
5.      وعد الله المؤمنين والمؤمنات جنَّات تجري من تحتها الأنهار خالدين فيها مساكن طيبة في جنّات عدن (التوبة:72)
#. سكانها.
6.      إن المتقين في جنات وعيون (الحجر:45)
7.      والذين آمنوا وعملواالصالحات أولئك أصحاب الجنة (البقرة:82)
8.      ومن يطع الله ورسوله يدخله جنات تجري من تحتها الأنهار (النساء:13)
9.      والذين علي صلاتهم يحافظون أولئك في جنات مكرومون (المعارج:44-45)
10.  جاهدوا منكم ويعلم الصابرين (ال عمران:142)












Tadarrusul Qur'an
MENELADANI RASULULLAH SAW
Oleh : Drs. KH. Muhammad Ma’shum Yusuf *
(Pimpinan Pondok Modern Arrisalah Slahung Ponorogo)




1. Rasulullah SAW adalah manusia teladan.1)
2. Tugas para Rasul adalah memberi kabar gembira dan memberi peringatan kepada
     segenap manusia.2)
3. Tugas pokok seorang Rasul adalah menyampaikan wahyu.3)
4. Ia berkata: "Sesungguhnya aku utusan Tuhan sekalian alam".4)
5. Bagi seorang mu'min apabila dipanggil Allah  SWT dan Rasul-Nya mereka berkata "kami
    sudah mendengar dan kami putus terhadap perintah"
6. Dan mereka kalau diajak ke jalan Allah SWT dan Rasul-Nya tetap berpegang kepada ayat-
    ayat meraka.5)
7. Bahkan diantara mereka  terhadap ajakan Rasul, mengejeknya.6)
8. Siapa saja  yang taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya dan dimasukan surga.8)
9. Dan siapa saja yang durhaka terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya tersebut yang sejauh-
    jauhnya.9)
10. Allah SWT pasti menolong para Rasul dan kaum muslimin di dunia dan akherat.10)
11. Bagi kaum muslimin supaya meneladani Rasulullah SAW.11)
12. Apa saja yang disampaikan Rasulullah SAW supaya dikerjakan dan apa saja yang
     dilarang supaya dijauhi.12)


_________________________________

التأسي برسول الله صلّي الله عليه وسلم
1.      الله يصطفي من الملائكة رسلا ومن الناس (الحج:45)
2.      رسلا مبشرين ومنذرين لئلا يكون للناس علي الله حجة بعد الرسل (العنكبوت:18)
3.      وما علي الرسول إلاَّ البلاغ المبين (العنكبوت:18)
4.      فقال إني رسول ربِّ العالمين (الزحرف:46)
5.      إنما كان قول المؤمنين إذا دعوا إلي الله ورسوله ليحكم بينهم أن يقولوا سمعنا واطعنا (
6.      وإذا قيل لهم تعالوا إلي ما أنزل الله وإلي الرسول قاقوا حسبنا ماوجدنا عليه آباءنا
7.      مايأتيهم من رسول إلاَّ كانوابه يستهزئون (يس:30)
8.      مومن يطع الله ورسوله يدخله جنَّات تجري من تحتها الأنهار (الفتح:17)
9.      ومن يعص الله ورسوله فقد ضلأّ ضلالا بعيدا (الأحزاب:36)
10.  إنا لننصر رسلنا والذين آمنوا في الحيات الدنيا ويوم يقوم الأشهاد (المؤمن:51)
11.  لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة (الأحزاب:21)
12.  وما آتاكم الرسول فخدوه ومانهاكم عنه فانتهوا (الحشر:7)












Tadarrusul Qur'an
BERBAKTI KEPADA ORANG TUA
Oleh : Drs KH Muhammad Ma'shum Yusuf *
(Pimpinan Pondok Modern Arrisalah Slahung Ponorogo)


1. Setiap orang harus berbakti kepada kedua orang tua.1)
2. Jangan sampai beribadah kecuali hanya kepada Allah SWT dan disertai berbuat baik kepada kedua orang tua.2)
3. Dalam pembicaraan, jangan sampai berkata "ah" apalagi setingkat menggertak. Supaya berkata baik, sopan, dan tidak menusuk perasaan.3)
4. Supaya bersikap merendah diri di hadapannya dan selalu mendo'akannya karena telah mengasuh kita ketika kecil.4)
5. Haram berlaku syirik terhadap Allah SWT dan tetap berbuat baik kepada kedua orang tua.5)
6. Tetapi, kalau kedua orang tua memaksa syirik dalam ibadahmu terhadap Allah SWT, tidak usah ditaati. Namun demikian harus tetap berlaku baik dalam dunia.6)
7. Ingat dialog dan sikap Nabi Ibrahim as terhadap ayahnya yang berbeda agama.7)
    a. Menanyakan mengapa menyembah sesuatu yang tidak mendengar dan melihat (berhala).8)
    b. Supaya mengikuti kebenaran ilmu yang ia dapatkan.9)
    c. Melarang mengikuti syetan.10)
    d. Khawatir nanti mendapat siksa.11)
    e. Ayahnya tidak mau menerima bahkan mengancamnya.12)
    f. Selamat tinggal, tetapi tetap memohonkan ampunan kepada Allah SWT.13)

_______________________________________

بر الوالدين
1.      وَوَصَّيْنَا اْلإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا (الأحقاف:15)
2.      وَقَضَى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْا إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِاْلوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا (الإسراء:23)
3.      فَلاَ تَكُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْ هُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلاً كَرِيْمًا (الإسراء:23)
4.      وَاحْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيْرًا (الإسراء:24)
5.      وَقُلْ تَعَالَوْا أتل ما حرَّمَ عليكم ألا تشركوا به شيئاً وبالوالدين إحسانا (الأنعام:151)
6.      وإن جاهداك علي أن تشركوا بي ما ليس لك به علم فلا تطعهما وصاحبهما في الدنيا معروفاً (لقمان:15)
7.      إذقال لإبنه يآابت لم تعبد ما لايسمع ولايبصر ولا يغني عنك شيئاً (
8.      يآابت إني قدجاءني من العلم مالم يأنيك فاتبعني أهدك صراطاًسويًا(...
9.      يآأبت لاتعبد الشيطان إن الشيطان كان للرحمن عصيًّا(....
10.  يآأبت إني إخاف أن يمسك عذاب من الرحمن فتكون للشيطان ويًّا
11.  قال أرغب أنت عن الهتي ياإبراهيم ؟
            لئن لم تنته لأرجمنَّكَ وإهجرني مليًّا
12.قال سلام عليك سأستغفرلك ربي إنه كان بي حفيًّا (مريم:43-47)


Tadarrusul Qur'an
DO'A DAN MUJAHADAH
Oleh : Drs KH Muhammad Ma'shum Yusuf *
(Pimpinan Pondok Modern Arrisalah Slahung Ponorogo)


 



1. Pada hari akhir nanti sedikit sekali dari jumlah manusia yang bisa masuk surga.1)
2. Hal ini karena memang mereka tidak memohon kepada Allah SWT ketika di dunia ini, tidak memenuhi perintah-Nya atau tidak percaya.2)
3. Sebenarnya Allah SWT memberi petunjuk, mengabulkan setiap do'a dan permintaan, tetapi kenyataannya manusia tetap membandel.3)
4. Yang jelas kesalahan yang besar adalah tidak mengikuti agama Islam atau petunjuk Allah SWT sepenuhnya (100%), lantaran masih mengikuti jalan-jalan yang lain.4)
5. Itulah sebabnya Rasulullah SAW memberi beberapa tuntunan untuk tetap memohon, berdo'a dan meminta kepada Allah SWT selama pintu taubat masih terbuka.5)
6. Hari-hari Ramadlan ini adalah kesempatan untuk meningkatkan ibadah dan do'a kita dengan mujahadah, kesungguhan (tenanan) semaksimal mungkin.6)

            Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita. Amin



____________________________________________
1.   ثُلَّةٌ مِّنَ الأَوَّلِيْنَ وَقَلِيْلٌ مِّنَ اْلأَخِرِيْنَ  (الواقعة:13-14)
2.   وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيْبٌ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْالِى وَاليُؤْمِنُوْابِى لَعَلَّهُمْ   يَرْشُدُوْنَ ( البقرة:186)
3.- يُرِيْدُ الله ُأَنْ يَخَفِّفَ عَنْكُمْ وَخُلِقَ اْلإِنْسَانُ ضَعِيْفًا (النساء:28)
   - وَكَانَ اْلإِنْسَانُ عَجُوْلاً (الأسراء:11)
   - إِنَّ اْلإِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌ (ابراهيم:34)
   - وَكَانَ اْلإِنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْئٍ جَدَلاً (الكهف:54)
4.- أُدْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَافَةً وَلاَتَتَّبِعُوْا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ (البقرة:208)
    - إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلإِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا (الإسراء:53)
5.- لَيْسَ شَيْئٌ أَكْرَمَ عَلَى اللهِ مِنَ الدُّعَاءِ (أخرجه  إمام أحمد والترمذي)
   - اَلدُّعَاءُ سِلاَحُ اْلمُؤْمِنِيْنَ وَعِمَادُ الدِّيْنِ وَنُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ (رواه الحاكم)
   - اَلدُّعَاءُ مُخُّ اْلعِبَادَةِ (رواه الترمذي)
   - مَنْ لَمْ يَسْأَلِ الله َ يَغْضَبْ عَلَيْهِ (أخرجه إبن ماجة)
   - لاَيَرُدُّ اْلقَدَرَ إِلاَّ الدُّعَاءُ، وَلاَ يَزِيْدُ فى اْلعُمْرِ إِلاَّ البِرُّ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقُ بِالذَّنْبِ يُذْنِبُهُ
     (رواه إبن حبّان)
6. إِنَّمَا اْلمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا بِاللهِ وَرُسُوْلِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوْا وَجَاهَدُوْا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فى سَبِيْلِ
    اللهِ، أُوْلئِكَ هُمُ الصَّادِِقُوْنَ (الحجرات:15)

___________________






Tadarrusul Qur'an
KEPRIBADIAN RAMADLAN
Oleh : Drs KH Muhammad Ma'shum Yusuf *
(Pimpinan Pondok Modern Arrisalah Slahung Ponorogo)


 


            Berpuasa pada bulan Ramadlan dengan segala kegiatannya membentuk dan membiasakan seorang muslim bertaqwa kepada Allah SWT dan mempunyai kepribadian yang tangguh, kuat, lahir dan bathin. Diantaranya :
1.      Kuat Islamnya (Aqidah, syari’ah, dan akhlaq).1)
2.      Kuat stamina (daya tahan) dalam menghadapi musuh (syetan, hawa nafsu, nifaq, kufur dll).2)
3.      Kuat memegang disiplin dalam segala hal (Islam adalah agama yang relalistis).3)
4.      Kuat pendirian dalam mencapai tujuan (bahagia di dunia dan akherat).4)
5.      Kuat usaha dan perjuangan untuk diri dan masyarakat (ekonomi, kesehatan, sosial, ilmu dll).5)
           
            Semoga Allah SWT menjadikan diri kita betul-betul bertaqwa kepada-Nya, Amin.

____________________________
1. - أُدْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَافَةً وَلاَتَتَّبِعُوْا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ (البقرة:208)
    - أَطِيْعُوْا اللهَ وَأَطِيْعُوْا الرَّسُوْلَ وَأُولِِي اْلأمْرِ مِنْكُمْ (النساء:59)
    - وَمَاآتَاكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَانَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْا (الحشر:7)
2.- إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلإِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِيْنًا (الإسراء:53)
   - إِنَّ النَّفْسَ لآمَّارَةٌ بِالسُّوْءِ إِلاَّ مَارَحِمَ رَبِّى (يوسف:53)
   - إِنَّ اْلمُنَافِقِيْنَ يُخَادِعُوْنَ الله َ وَهُوَ خَادِعُهُمْ (النساء:143)
   - وَقَاتِلُوْا فِى سَبِيْلِ اللهِ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ وَلاَتَعْتَلُوْا (البقرة:190)
3.- وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَيَحْتَسِبُ (الطلاق : 2-3)
   - إِنْ تَنْصُرُوْا الله َيَنْصُرُكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ (محمد:7)
   - أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِى فَلْيَسْتَجِيْبُوْالِى واْليُؤْمِنُوْابِى (البقرة:186)
4. وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُوْلُ رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار، أُوْلَئِك لَهُمْ نَصِيْبٌ
           مِمَّاكَسَبُوْا (البقرة:201-202)            
5.- قُوْا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيْكُمْ نَارًا (التحريم:6)
   - وَ ابْتَغِ فِيْمَا آتَاكَ اللهُ الدَّارُ اْلآخِرَةُ وَلاَ تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا (القصص : 77)
   - وَاَعِدُّوْا لَهُمْ مَاسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ (الأنفال:60)
___________________

Tidak ada komentar:

Posting Komentar